UPT BP2MI Pekanbaru Verifikasi Dokumen Peserta Program G to G Jepang

JAMBI  (nadariau.com) – Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Pekanbaru melakukan verifikasi dokumen peserta program G to G Jepang untuk jabatan nurse (Kangoshi) dan careworker (Kaigofukushishi) Batch XV di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, pada Kamis (24/6/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 24 orang peserta yang berasal dari Prov. Jambi dan Bengkulu, yang dilaksanakan dengan mengikuti prokes Covid-19. Keseluruhan pendaftar yang hadir berhasil diverifikasi oleh para Petugas UPT BP2MI Pekanbaru.

Kepala Seksi Penyiapan Penempatan UPT BP2MI Pekanbaru, Pritiwi ArtiArti dalam menekankan kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga kesehatan agar dapat menjalani seluruh tahapan seleksi G to G Jepang dengan sukses.

“Satu hal yang perlu saya tekankan kepada seluruh peserta di masa pandemi ini adalah untuk selalu memperhatikan kesehatan, karena peserta akan gagal berangkat apabila terdeteksi positif virus Covid-19. Apalagi untuk bekerja ke Jepang, butuh proses dan perjuangan yang panjang. Jadi faktor kesehatan adalah hal yang paling utama, di samping semangat yang tinggi dan sikap pantang menyerah,” ungkap Pritiwi dalam rilisnya, Jumat (25/6/2021)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Bahari, yang turut hadir mengingatkan untuk tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan selama proses verifikasi berlangsung. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menghindari bepergian ke luar kota atau daerah lain, guna menghindari penyebaran virus Covid-19.

Lebih lanjut, Bahari mengungkapkan apresiasi kepada UPT BP2MI Pekanbaru atas kerjasamanya dalam mengatasi pengangguran melalui program Government to Government (G to G) Jepang dan sepakat dalam melakukan perlindungan PMI sejak sebelum bekerja, selama bekerja dan setelah bekerja, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017.

“Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran UPT BP2MI Pekanbaru dan kerjasamanya yang menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran, salah satunya dengan bekerja ke luar negeri. Diharapkan kepada seluruh peserta tidak ada yang gagal dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik fisik maupun mental. Mental dalam hal ini adalah termasuk motivasi yang kuat untuk bekerja ke luar negeri, karena ketika kita memiliki motivasi yang kuat di dalam diri kita akan dapat mengatasi seluruh rintangan yang ada,” tutup Bahari.  (bud)