Jika Kantor Pengadaan Barang dan Jasa Pindah ke Pekanbaru Bisa Beromset Rp35 T Pertahun?

Pekanbaru (Nadariau.com) – Jika Kantor Pengadaan Barang dan Jasa ada di Pekanbaru, maka bisa beromset atau terjadi perputaran uang sekitar Rp35 triliun per tahun. Kantor ini sangat berpotensi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua DPN Asosiasi Pengusaha Jasa Penunjang Minyak dan Gas Bumi (APJPMI) Riau, Helfried Sitompul SE AK mengatakan, sekarang Kantor Pengadaan Barang dan Jasa bertempat di Jakarta. Sehingga dari kantor tersebut mengelola barang dan jasa untuk sebagian wilayah di Indonesia.

“Kantor Pengadaan dan Jasa itu sangat penting bagi daerah. Karena disana tempat pusat pembelanjaan barang dan pengelolaan jasa dibidang Migas dan bidang lain. Jika kantor itu ada di Pekanbaru, tentu omsetnya lebih tinggi dari APBD Kota Pekanbaru tahun ini,” kata Sitompul saat melakukan Migas Business Forum dengan Pengurus APJPMI Riau di Hotel Premier, Pekanbaru, Rabu (6/6/2021).

Sitompul menjelaskan, sebelumnya Kantor Pengadaan Barang dan Jasa ada di Komplek Chevron. Namun ketika masa transisi menjalang peralihan kontrak dari Chevron ke Pertamina, kantor tersebut ditutup dan di pusatkan di Jakarta.

“Kemarin saya ke Komplek Chevron. Saya melihat kantor pengadaan barang dan jasa tersebut sudah kosong. Saya sangat menyayangkan, karena kantornya tidak dimanfaatkan lagi,” ujar Sitompul.

Meski demikian APJPMI akan berusaha mengembalikan kantor itu ke Pekanbaru Riau. Pemindahan ini akan diupayakan menjelang peralihan kontrak antara Chevron ke Pertamina pada bulan Agustus 2021 nanti.

Sementara, jika Kantor Pengadaan dan Jasa dikelola dengan baik, bisa berfungsi sebagai tempat pembelian segala kelengkapan barang dan bidang bagi perusahaan dalam pengerjaan Migas dan pertambangan lainnya.

Keuntungannya yaitu akan terjadi perputaran uang dari jual beli barang. Dengan tinggi proses jual beli, maka bisa berdampak kepada masyarakat dalam pembelian barang kebutuhan hidup dan kebutuhan harian lainnya. Otomatis akan dapat meningkatkan perekonomian pemerintah dan masyarkat kedepannya.

Terkait permasahalan Kantor Pengadaan barang dan Jasa ini juga sudah dibicarakan dengan Walikota Pekanbaru FIrdaus. Sementara beliau sangat mendukung APJPMI untuk melakukan pemindahan kantor tersebut.

“Jadi Walikota Pekanbaru juga meminta agar kantor ini bisa dipindahkan ke Pekanbaru. Supaya bisa meningkatkan PAD, perekonomian masyarakat tempatan dan membuka lapangan pekerjaan,” sebut Sitompul. (ind)