Terbukti Korupsi PPK Diskes Kampar Dihukum 3 Tahun Penjara

Pekanbaru (Nadariau.com) – Terbukti korupsi atas kasus tindak pidana korupsi pada kegiatan Pengadaan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Bantuan Keuangan Propinsi Riau Tahun Anggaran 2017 di Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar, Asfiar Efendi dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun.

Hukuman ini dijatuhi dalam amar putusan majelis hakim pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, yang digelar secara virtual, Senin (31/5/21) siang.

Asfiar selaku, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan tersebut. Terbukti secara sah melanggar 10 huruf a Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diperbaharui dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

“Menghukum terdakwa Asfiar dengan pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 100 juta subsider 4 bulan,” ucap majelis hakim yang diketuai Iwan Irawan SH.

Atas vonis hukuman tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut menyatakan menerima putusan tersebut.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Hendri Junaidi SH MH dan Dicky SH. Mendakwa terdakwa atas tindak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 500 juta lebih.

Perbuatan terdakwa itu berawal pada Tahun 2017 lalu. Dimana Pemerintah Daerah Propinsi Riau mengucurkan Dana Bantuan Keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Riau, untuk pemerintahan Kabupaten Kampar sebesar Rp57 miliar.

Dari anggaran itu, terdapat anggaran kegiatan Pengadaan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Bantuan Keuangan Propinsi Riau Tahun Anggaran 2017 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 2.003.454.000 yang diperuntukkan,
1. Puskesmas XIII Koto Kampar III
2. Puskesmas Siak Hulu I
3. Puskesmas Tambang
4. Puskesmas Kampar Timur
5. Puskesmas Bangkinang Kota
6. Puskesmas XIII Koto Kampar I
7. Dinas Kesehatan.

Terdakwa selaku PPK memerintahkan saksi Muhammad Husaini untuk mencari pada menu pencarian E Puechasing PT. Air Mas Jaya Mesin (Ayoklik) dan membeli barang kepada PT. Air Mas Jaya Mesin (Ayoklik) tersebut, guna melakukan pemesanan barang.

Adapun produk barang-barang yang dipesan yakni, 40 (empat puluh) unit Desktop All In One Merk Lenovo V310Z-2EIA (CORE 15, 4Gb 1TB, 19.5-in win 10 pro), 35 (tiga puluh lima) unit printer Al In One Multi Function Merk Brother Printer Injet Multi Fungtion DCP T 300. Kemudian 5 (lima) unit Ruoter Divice And Module D-LINK WI FI Router AC 1750 (DIR-859).Dengan jumlah pembelian sebesar Rp. 598.012.960.

Selanjutnya saksi Rahmad Dhanil selaku Penyedia barang dari PT. Air Mas Jaya Mesin (Ayoklik) melakukan Serah Terima Barang dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar pada hari Sabtu tanggal 12 September 2017 sekitar pukul 17.30 Wib yang diterima langsung oleh Terdakwa ASFIAR EFENDI SKM, dan diantar oleh sales PT. AIR MAS JAYA MESIN atas nama AHMAD BASAR, TEGUH PRASETIO (bagian IT), dan sopir, dengan buktipenyerahan barang berupa Delivery Order (DO) Nomor DO/AMJ/2017/00262.

Selaku PPK, terdakwa menerima barang yang dikirimkan oleh Penyedia PT. Air Mas Jaya Mesin dengan menandatangani tanda terima pada Delivery Order sebagai bukti serah terima barang.

Namun, saat serah terima barang sebagaimana dokumen berupa Delivery Order Nomor DO/AMJ/2017/00262 tersebut belum dilakukan pemasangan peralatan ataupun barang sesuai dengan Delivery Order tersebut karena pada saat barang dikirimkan ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dan dilakukan serah terima barang pada hari Sabtu tanggal 12 September 2017 sekitar pukul 17.30 Wib, kantor dalam keadaan tutup, atau tidak ada orang dikantor.

Lalu terdakwa ASFIAR EFENDI SKM meminta bantuan agar barang-barang tersebut diantar kerumahnya padahal dari pihak penyedia saat itu sudah mempersiapkan bagian IT untuk melakukan pemasangan.

Selanjutnya, pihak Penyedia PT. Air Mas Jaya Mesin mengantarkan barang-barang tersebut ke rumah terdakwa di Jalan A.R. Rahman Saleh Gang Lembah Indah II No. 5 RT 001 RW 006 Kelurahan Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar.

Setelah barang sampai dirumahnya. Terdakwa justru mengambil barang-barang tersebut dan mengusainya. Bahkan menjual barang itu ke pihak lain.

Akibat perbuatannya, terdakwa telah menguntungkan diri sendiri sebesar Rp.598.012.950 atau sekitar jumlah tersebut yang menimbulkan kerugian bagi saksi Rahmad Dhanil selaku Penyedia Barang/jasa dari PT. Air Mas Jaya Mesin. (rtc/dw)