Minggu, Februari 1, 2026
BerandaUncategorizedMau di Vaksin?, Ini Syaratnya

Mau di Vaksin?, Ini Syaratnya

SIAK (Nadariau) – Program vaksinasi COVID-19 secara bertahap sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Siak, Selain Pegawai dan honorer, sasaran vaksin ini sudah meluas seperti untuk lansia, penghulu, dan perangkat kampung menerima vaksin.

Namun sebelum di berikan vaksin, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima vaksin. Tentu saja syarat tersebut menyangkut kondisi kesehatan dalam rentang waktu tertentu.

Kadiskes Kabupaten Siak melalui Dokter pelaksana Puskesmas Mempura, Liza Novita mengatakan, sebelum menerima vaksin COVID-19, penerima vaksin harus di skrining yang dilakukan oleh petugas. Proses skrining ini adalah tidakan pencegahan, menjaga agar tidak terjadi apa-apa pada si penerima vaksin.

“Iya, calon penerima vaksin harus di skrining dulu. Jadi calon penerima vaksin ini harus menjelaskan kondisi kesehatannya sebelum disuntik vaksin,” kata Liza, Rabu (19/5/2021).

Saat proses ini, lanjutnya, calon penerima vaksin akan menerima beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatannya, diantanya riwayat alergi berat, dalam keadaan hamil bagi perempuan, mengidap penyakit autoimu, seperti asmat, lupus.

“Petugas akan menanyakan juga kepada calon peserta vaksin terkait apakah yang bersangkutan dalam gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah atau transfusi?” Jelasnya

Dilanjutkannya, petugas juga harus memastikan calon penerima vaksin itu Apakah sedang mendapat pengobatan immunosuppressant, seperti kortikosteroid dan kemoterapi, atau memiliki penyakit jantung berat dalam keadaan sesak nafas.

“Sedangkan bagi lansia, petugas akan memastikan apakah yang bersangkutan mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga, sering merasa kelelahan, memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit diantaranya hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal.”imbuhnya

Liza menjelaskan, pertanyaan yang diajukan petugas, calon penerima vaksin cukup menjawab ya atau tidak. Jika jawabannya ya maka vaksinasi ditunda dan dirujuk. Selain itu, calon penerima vaksin juga akan dicek kondisi tubuhnya saat itu dengan mengukur suhu dan tekanan darah.

“Bagi penderita asma dan alergi, jika kondisinya sedang normal (tidak kambuh/tidak sesak) maka bisa langsung di vaksin, asal tensi darahnya normal,” jelasnya.

Selain kelompok lansia dan penyakit berat, orang yang memiliki riwayat alergi juga menjadi perhatian saat akan menerima vaksin. Karena ada kemungkinan reaksi yang akan terjadi setelah mereka menerima vaksin.

Oleh karena itu, Liza menghimbau kepada masyarakat yang akan menerima vaksin agar jujur saat menjawab pertanyaan-pertanyaan pada proses skrining. Selajutnya Liza mengajak masyarakat agar tidak takut untuk divaksin dan jangan mudah percaya terhadap isu-isu negatif setelah di vaksin. (Apon)

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer