Jipikor Nilai Koni Bengkalis Arogan akan Aksi di Rumah Kordum Gempura

Pekanbaru (Nadariau.com) – Beredar surat yang mengatasnamakan Koni Bengkalis akan menggelar silaturahmi dan sekalian menggelar aksi di kediaman Kordinator Umum Gempura Odi Juhasnadi, Kamis (15/4/2021).

Surat ini mendapat sorotan tajam dari Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi (Jipikor) Riau. Direktur Eksekutif Jipikor Tri Yusteng Putra mengatakan apabila surat silaturahmi dan aksi itu benar adanya, maka hal itu menunjukan arogansi Koni Bengkalis.

Karena apa yang dilakukan Gempura sebelumnya dari pemberitaan media hanya melakukan aksi mendesak Kejari Bengkalis untuk mengusut dugaan korupsi yang terjadi di Koni Bengkalis.

Lanjut Yusteng saat ini kok jadi aneh, aksi di balas aksi oleh koni bengkalis. Karena Koni Bengkalis akan melakukan silaturahmi dan aksi dengan jumlah banyak dikediaman saudara Odi Juhasnadi.

Emangnya odi ini ada kecipratan APBD tapi kalau odi dengan gempura menyuarakan prihal Koni ya wajar, Karena Koni mendapat suntikan APBD yang merupakan uang rakyat, apa lagi yang disuarakan Gempura adanya dugaan korupsi di tubuh Koni bengkalis jadi tidak ada masalah kalau Koni Bengkalis bersih kenapa risih.

Tambah Yusteng jika benar aksi dari Koni Bengkalis sampai terjadi, hal ini menunjukan Koni Bengkalis anti kritik, seharusnya Koni Bengkalis bisa bijak menyikapi aksi dari Gempura tersebut, dengan cara memanggil pihak terkait untuk diskusi bukan malah membalas dengan aksi juga.

Karena kalau itu terjadi merupakan aksi coboy yang dipertontonkan Koni Bengkalis dengan modus silaturahmi. Tapi mengerahkan masa sampai 350 orang ke kediaman pribadi Kordinator Umum Gempura.

“Dan kami duga itu sudah mengarah tindakan untuk membuli. Oleh sebab itu kita berharap aparat keamanan agar dapat menghalangi niat dari Koni Bengkalis,” kata Yusteng.

Karena silaturahmi dan aksi dengan jumlah masa sampai ratusan di rumah pribadi itu tidak baik. Dan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar kediaman saudara Odi bila perlu kasus dugaan korupsi Koni Bengkalis akan disuarakan untuk mendesak Kejati Riau mengambil alih kasus tersebut.

“Karena saat ini Jipikor melihat belum ada progres yang jelas terhadap kasus koni bengkalis ini,” tutup Yusteng.

Sementara saat di konfirmasi ketua Koni Bengkalis Darma Firdaus melalui panggilan WhatsAAp terkait kebenaran surat aksi tersebut, tidak di angkatnya. Dan saat dikirim pesan singkat juga belum ada balasan hingga berita ini di publis. (olo)