Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepada Tim Jamkesnews, H Iskandar (67) mengisahkan ceritanya mengandalkan BPJS Kesehatan saat terkena serangan jantung sekitar akhir tahun 2020 lalu secara tiba-tiba. Iskandar oleh keluarganya lalu dibawa ke Eka Hospital dan oleh dokter disarankan CT Cardiac.
“Saya dibawa ke RS sekitar 2 bulan lalulah, kemudian hasil CT Cardiac terdeteksi 75 persen penyumbatan di jantung. Oleh dokter saya disarankan pasang ring,” ungkap Iskandar. Operasi pemasangan ring itu diterima Iskandar di bulan Februari 2021.
Lebih lanjut, Iskandar yang terdaftar sebagai Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri Kelas 3 ini kini menjalani kontrol ulang pasca operasinya. Ungkapnya, mulai sejak konsul, tindakan pemeriksaan menggunakan CT Cardiac, operasi, hingga kontrol saat ini, ia tak mengeluarkan biaya tambahan apapun.
“Memang ada obat-obat di luar RS yang disarankan dokter tapi itu sifatnya pilihan. Semua obat yang saya dapat dari sini tetap saya ambil. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih-lah kepada BPJS (Kesehatan – red) yang telah membantu. Saya merasa ada pertolonganlah dengan hadirnya BPJS (Kesehatan – red). Tak terbayang bagi saya bila BPJS (Kesehatan – red) tak ada, berapa biaya yang mesti saya siapkan, sementara saya ini sehari-harinya hanya berdagang,” ujar Iskandar yang tinggal di Pekantua, Indragiri Hilir ini.
Dilansir dari laman alodokter.com, penyumbatan jantung memang dapat terjadi kepada siapa saja, namun memang ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyumbatan.
Seperti adanya riwayat penyakit jantung dalam keluarga, kolesterol, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, perokok, pola hidup yang tidak sehat hingga tak jarang banyak menyerang pria dan berusia di atas 65 tahun.
Jika sewaktu-waktu Anda merasakan gejala penyumbatan jantung untuk pertama kalinya, segera hentikan aktivitas Anda dan beristirahatlah. Setelah gejala menghilang, segera periksakan ke dokter. (ind)


