Jipikor Duga Disdik Siak Telah Memainkan Anggaran Covid-19 Tahun 2020

Pekanbaru (Nadariau.com) – Direktur Eksekutif Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi (Jipikor) Tri Yusteng Putra, menduga Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Siak telah memainkan anggaran Covid-19 tahun 2020 sekitar Rp 3 miliar.

Yusteng menjelaskan, dari data perencanaan Disdik Siak, jenis barang pengadaan diduga tidak di temukan. Sementara harga barang sangat tinggi. Kemudian, peruntukkannya juga tidak tepat sasaran.

“Bagaimana Disdik mengadakan pengadaan barang untuk menunjang proses belajar mengajar? Sementara, sejak Maret tahun 2020 sampai akhir tahun seluruh sekolah ditutup,” kata Yusteng, Sabtu (10/4/2021).

Jika dirinci, pengadaan tersebut yaitu pengadaan masker dengan nilai Rp1 miliar lebih. Kemudian anggaran thermogan sekitar Rp438 juta. Setelah itu diadakan lagi pengadan masker dan thermogan dengan nilai sekitar Rp 600 juta lebih.

Terus anggaran wastafel sekitar Rp438 juta. Selanjutnya ditambah lagi untuk pengadan wastafel berikutnya dengan anggaran Rp200 juta lebih.

Pengadaan ini dinilai seperti akal akalan pihak Disdik Siak untuk menciptakan proyek dan memanfaatkan bencana Covid-19 untuk menguntungkan oknum tertentu. Apalagi pengadaan tersebut sulit untuk dibuktikan, karena barangnya habis pakai, makanya kita duga ini proyek akal akalan dinas pendidikan

Berdasarkan investigasi dilapangan, Jipikor tidak ada menemukan barang yang sudah diproyekkan di dinas tersebut. Jika benar pengadaan barang ini tidak benar, maka tindakan Disdik Siak sungguh memalukan. Karena sebagai tenaga pendidik malah memanfaatkan situasi bencana pandemi ini untuk meraup pundi-pundi rupiah untuk keuntungan pribadi

“Kami pastikan dalam waktu dekat akan menggelar aksi di Kejati Riau dan Polda Riau terkait tindakan dinas pendidikan yang diduga melakukan korupsi dalam penanganan Covid 19,” tegas Yusteng.

Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Siak H Lukman SSOS MPd melalui WA, tidak dijawabnya, hingga berita ini diterbitkan.(olo)