Silaturahmi Lembaga Adat Kenegerian Tapung dengan LAM Riau Berlangsung Khidmat

Pekanbaru (Nadariau.com) – Jumat 5 Maret 2021 bertepatan 21 Rajab1442 H menjadi momen silaturahmi Lembaga Adat Melayu Kenegerian Tapung (LAKTA) dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Dalam pertemuan yang berlangsung haru dan khidmat ini dipimpin langsung Ketua Majelis Kerapatan Adat LAKTA Zulfahmi Dt Mangkuto, Khaidir Majo Indo Datuk Pucuk Petapahan, Jon Kenedi Datuk Bandaro Sekijang, Nurbay Yus dari Pantai Cermin, Zulkifli Datuk Batin Segaleh.

Hadir pula M. Rais Hasan Sekretaris Umum, Sapaat, A. Zikri, Sukma Putra dari unsur Cerdik Pandai, serta Unsur Dubalang Amir Hamzah, Dt Andalas, Aziz serta pengurus LAKTA lainnya yang diterima langsung Datuk Seri Al Azhar selaku Ketua MKA LAM Riau didampingi Datuk Jon Dasa.

Dalam kesempatan ini Ketua MKA LAKTA menyampaikan terimakasih atas hubungan dan komunikasi yang telah terjalin dengan baik serta dukungan secara moril dari LAM Riau kepada LAKTA.

“Alhamdulillah, dalam setiap kegiatan LAKTA, LAM Riau selalu dapat mengirimkan utusannya untuk hadir,” ujar Zulfahmi

Dalam pertemuan ini, Zulfahmi juga membahas persoalan anak kemenakan terutama tentang akan berakhirnya Blok Rokan pada 8 Agustus 2021.

Dijelaskan, Tanah Ulayat Kenegerian Tapung yang terbentang dari Kabun – Tandun – Kasikan sampai ke Petapahan – Pantai Cermin dan Bencah Kelubi memiliki kekayaan Sumber Alam Minyak Bumi yang kaya yang dioperasikan oleh KKKS.

Tidak hanya Area Blok Rokan yang dioperasionalkan oleh PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan akan diserahkan ke Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Agustus 2021.

Blok Migas lain yang ada di tanah Ulayat Kenegerian Tapung juga ada Blok Langgak yang di operasikan PT SPR Langgak, Blok Siak yang dioperasikan oleh PHE Siak, Blok CPP yang dioperasikan oleh BOB Pertamina Hulu – PT BSP dan PT Texal Mahato yang baru saja selesai kegiatan Explorasinya dan sedang mulai tahapan produksi.

Dan dari operasional Blok Rokan di Tapung mencapai 20 persen dari total Produksi Blok Rokan dan jika ditambah dengan produksi dari KKKS lainnya di wilayah Tapung maka total Produksi Minyak Bumi yang di Hak Ulayat Tapung mencapai 35.000 Barel Oil Per Day (BOPD).

“Tentu ke depan kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Begitu juga pengusaha tempatan serta sisi ketenagakerjaan, anak kemenakan mendapat harus mendapatkan hak previlage atau hak khusus untuk juga terlibat dalam kegiatan operasional KKKS yang ada di wilayah ulayat Kenegerian Melayu Tapung,” tegas Zulfahmi.

Datuk Seri Al Azhar selaku Ketua MKA LAM Riau menyambut baik kunjungan silahturahmi dari Datuk Datuk yang tergabung dalam Lembaga Adat Kenegerian Melayu Tapung (LAKTA).

Al Azhar mengaku, sedianya mereka memang sudah mengatur jadwal untuk berkunjung ke Tapung, namun nyatanya LAKTA sudah duluan datang ke LAM Riau.

Terkait persoalan anak kemenakan khususnya tentang Blok Rokan, lanjut Al Azhar, agar dapat dipahami bersama bahwa perjuangan LAM Riau murni untuk kesejahteraan masyarakat adat.

Diharapkan selain daerah mendapat PI 10% yang di kelola BUMD juga dapat berpartisipasi sisi yang lain yakni sisi Bisnis To Bisnis di 39% lewat BUMA (Badan Usaha Milik Adat).

“Kedepannya tentu akan berkolerasi dengan pemilik hak ulayat setempat di mana asal minyak bumi di eksploitasi di produksi. Untuk itu tentu perlu perjuangan bersama sama, bahu membahu agar kita tidak lagi menjadi penonton di negeri sendiri,” terang Al Azhar.

Sebagai penutup, Ketua MKA LAKTA Zulfahmi Datuk Mangkuto menyampaikan tentang rencana penelitian sekaligus pembuatan buku Sejarah Kerajaan Petapahan yang pernah mahsyur dan jaya pada masanya sama dengan Kerajaan Sriwijaya. Pembuatan buku ini akan bekerjasama dengan Universitas Leiden Belanda.

“Kita juga akan menggelar Apel Akbar Dubalang LAKTA pada Juni 2021 dan akan menjemput hadir Datuk Datuk dari LAM Riau,” tutup Zulfahmi. (put)