Pekanbaru (Nadariau.com) – Mutiara anak dari seorang perempuan janda beranak tiga tampak pasrah merasakan sakit di RS Tentara.
Mutiara seorang pelajar di Pekanbaru adalah korban tabrak lari, saat hendak membeli makanan ke kedai.
Ibunya Efri seorang janda ini mengaku tak sanggup melihat kondisi Mutiara yang kesakitan dan lukanya terus mengucurkan darah.
Karena bagian tungkai Mutiara mengalami luka-luka yang cukup parah. Lutut luka hingga menganga akibat terbentur ke aspal.
Untuk mendapatkan pertolongan, masyarakat membawa Mutiara ke puskesmas terdekat. Namun karena luka parah, maka pihak puskesmas merujuknya ke RS Tentara
Sesampai di RS Tentara, pihak medis langsung mengoperasi kecil dibagian kanan lututnya, agar bisa menghentikan pendarahan.
Efri seorang ibu mengaku sangat khawatir dengan kondisi anaknya. Namun informasi ini sempat sampai Rumah Yatim Cabang Riau. Kemudian tim relawan Rumah Yatim datang dan menguatkan semangat Efri untuk bersabar.
“Ketika saya sampai di rumah sakit, saya langsung memberikan persetujuan dioperasi agar Mutiara bisa selamat dan kembali pulih”, kata Efri yang penuh kekhawatiran atas kondisi putrinya, Jumat (13/2/2021).
Alhamdulillah berkat kesabaran dan ketabahannya, operasi lutut Mutiara berjalan lancar. Dan kini ia tahap menjalani proses pemulihan di ruang rawat inap RS Tentara Pekanbaru.
Efri mengaku sangat bersyukur atas kunjungan serta bantuan yang diberikan tim relawan Rumah Yatim.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Rumah Yatim dan Donatur yang selalu memberikan kepeduliannya untuk keluarga saya. Semoga semua kebaikannya dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah SWT, dan selalu di lapangkan pula rezekinya, Amiin”, tutur Ibu Efri penuh haru saat menerima bantuan.
Untuk diketahui, Efri seorang janda yang tinggal bersama ketiga anaknya Mutiara, Rafli dan Rendi, di Jalan Sembilang, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru.
Sehari-harinya, ia bekerja secara serabutan sebagai pengumpul barang bekas dan pengasap ikan lele. Dirumah, Efri telah menjadi tulang punggung keluarganya sejak sang suami meninggal dunia 6 tahun lalu.
Penghasilan Efri dari mengumpulkan barang bekas dan mengasap lele pun tak selalu mencukupi kebutuhan harian. Apalagi untuk biaya pendidikan ketiga anaknya.
Sebelumnya, Rumah Yatim pun telah memberikan bantuan pendidikan untuk ketiga anaknya pada November 2020 lalu. Diharapkan bantuan tersebut bisa meringankan bebannya.
“Alhamdulillah pada kesempatan ini selain menjenguk Mutiara, kami juga menyampaikan bantuan peduli sesama berupa uang tunai juga buah-buahan dan makanan ringan untuk menunjang pemulihan Mutiara”, terang tim relawan Rumah Yatim Rizky, yang datang menjenguk Mutiara bersam rombongan.
#PejuangKebaikan mari bantu Mutiara kembali pulih agar bisa meraih cita-citanya dengan donasi ke Rumah Yatim di Jalan Durian No.13, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. (ed)


