Pekanbaru (Nadariau.com) – SMP Negeri 5 Kota Pekanbaru sudah mulai melakukan proses belajar tatap muka, Senin (8/2/2021).
Kegiatan belajar ini dimulai sejak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerapkan pembelajaran Tatap Muka Terbatas (TMT) bagi siswa SD dan SMP.
Pembelajaran tatap muka terbatas hari pertama di SMPN 5 Pekanbaru berjalan aman dan lancar dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh siswa dan guru harus melalui simulasi pembelajaran tatap muka terbatas yang dibuat oleh sekolah.
“Sebelumnya kita melakukan simulasi pembelajaran TMT. Kegiatan ini kita lakukan sesuai protokol kesehatan,” kata Kepala SMPN 5 Pekanbaru, Corinorita.
Pembelajaran tatap muka terbatas, kata Cori, diikuti khusus kelas IX berjumlah 8 rombel. Jumlah kelas yang digunakan sebanyak 16 ruangan. Masing masing ruangan hanya diisi maksimal 20 orang dengan jarak tempat duduk 1.5 meter.
Lama jam pelajaran mulai dari jam 8 hingga jam 10. Namun, sebelum jam 7.30 siswa harus datang agar tidak antri dalam menerapkan protokol kesehatan.
Mata pelajaran yang diberikan hari pertama yakni Ipa, Matematika, Agama dan Bahasa Indonesia. Selama pembelajaran, tidak ada jam istirahat dan siswa langsung pulang usai pembelajaran, tidak boleh berkerumunan.
“Oleh sebab itu, saya menghimbau kepada orangtua agar bekerja sama dan komitmen menerapkan protokol kesehatan. Jika menjemput anak agar datang tepat waktu sehingga pembelajaran selesai, anak langsung bisa pulang,” ujar Cori. (ind)


