Kejati Tahan Yan Prana Sekdaprov Riau Kasus Anggaran Rutin Bappeda

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana Jaya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Riau dalam kasus dugaan korupsi anggaran dana rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Siak tahun 2013-2017, Selasa (22/12/2020) sekitar pukul 15.35 WIB.

Pantauan di lapangan, terlihat Yan Prana Jaya langsung mengenakan rompi berwarna orange dan langsung memasuki mobil tahanan Kejati Riau.

“Ini sebagai proses penyidikan. Hari ini tadi tim penyidik berpendapat pertama ditetapkan sebagai tersangka dulu karena hari ini kita panggil sebagai saksi,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Aziz, Selasa (22/12/2020).

Untuk dua puluh hari ke depan, Hilman Aziz mengatakan Yan Prana Jaya akan ditahan.

“Alasan ditahan sebenar sudah tau ya. Ada alasan subjektif. Pertama cuma kalau melarikan diri tidak mungkin saya rasa. Kemudian karena dia (Yan Prana Jaya) ASN ada jabatan. Kemudian kalau mengulangi tindak pidana kan itu kejadian di Siak. Jadi alasannya karena menghilangkan barang bukti,” terang Hilman kepada wartawan.

Saat ditanyakan untuk modus operandi Yan Prana Jaya, Dikatakan Hilman Aziz yang bersangkutan sebagai Pengguna Anggaran (PA) pada saat itu.

“Yang bersangkutan sebagai PA melakukan pemotongan atau pemungutan setiap pencairan yang sudah dipatok. Yang bisa kita buktikan itu hanya 10 persen pencairan. Yang dipotong itu baru hitungan kurang lebih 1,3 miliar gitu,” sambung Hilman.

Diketahui, penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi anggaran dana rutin di Bappeda Kabupaten Siak tahun 2013 sampai 2017. Yan Prana, saat itu dirinya tengah menjabat sebagai Kepala Bappeda di Siak, tahun 2011 sampai 2013.

Lalu pada tahun 2013 sampai 2016 definitif sebagai Kepala Bappeda Siak. Lalu jabatan terakhirnya sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah tahun 2017 sampai 2019. (son)