Jumat, Januari 30, 2026
BerandaUncategorizedHak Suara Dalam Pilkada Berbungkus Kewaspadaan Prokes

Hak Suara Dalam Pilkada Berbungkus Kewaspadaan Prokes

PELALAWAN (Nadariau) – Rumah Blok D nomor 15 di Jalan Akasia Gang Ramin Pangkalan Kerinci Kota didatangi Ketua RT setempat untuk membagikan undangan pencoblosan pada pilkada serentak,Senin (9/12/2020).

Ada tiga undangan yang dibagikan oleh Indra Gunawan selaku Ketua RT 006 RW 002 Pangkalan Kerinci Kota kala itu, salah satu undangan tertera nama Faiza Maharani (17), siswi kelas XII di sebuah SMA negeri Pangkalan Kerinci ini adalah pemilih pemula pada pilkada tahun ini.

“Dapat undangan juga, baru tahun ini dapat undangan memilih, kan baru sweet seventeen,” ujar Faiza Maharani, Selasa (8/12/2020)

Tersebab kali pertama dapat undangan dari penyelenggara pemilu, hati Faiza bermekar indah, di pandangi setiap tulisan dengan seksama, di bagian kiri bawah tertera catatan untuk pemilih, ia baca dengan teliti agar ia faham harus persiapkan apa esok hari ketika hendak datang ke TPS.

“Ada catatan untuk pemilih, nomor satu harus pakai masker,,” imbuhnya

Walau pertama kali berpartisipasi dalam pesta demokrasi, dan menjadi paling muda di rumah, Faiza diberik kebebasan dalam menentukan pilihan, soal pilihan ia punya sendiri, baginya menentukan kemana nurani politiknya hendak dibawa adalah hak demokrasi yang harus di hormati walaupun oleh saudara sendiri.

“Saya tinggal bersama kakak dan Abang ipar, soal pilihan esok, tidak pernah diarahkan, saya akan mencoblos sesuai pilihan saya,” katanya

Hari berganti, ba’da Isya para petugas KPPS masih bekerja mempersiapkan Tempat Pemungutan Suara nomor 41 di depan masjid Al Razaq di Gang Ramin Jalan Akasia Pangkalan Kerinci.

Ketua KPPS di TPS 41, Setiawan tampak berkeringat setelah selesai mengangkat wadah pencuci tangan berkran yang ditempatkan di pintu masuk TPS, ada juga sabun cair dan tisu yang disediakan.

“Aturan nya harus mengikuti protokol kesehatan, harus ada wadah pencuci tangan dan sabun cuci nya,” terang Setiawan

Anggota TPS lain, Jumadi terlihat sibut merapikan kursi dengan jarak satu dan lainnya sekitaran satu meteran, agar ada jarak aman antara antrian satu dan lainnya.

“Kita juga susun kursi nya berjarak satu meteran, fisical distancing,”tambah Setiawan

Selain itu, lanjutnya Setiawan, di TPS juga  ada petugas yang akan mengukur suhu tubuh warga yang akan menggunakan hak pilihnya, jika suhu tubuh diatas 38 maka diarahkan menggunakan bilik khusus.

“Kita juga atur kedatangan pemilih, agar tidak datang bersamaan, untuk menghindari kerumunan, pemilih datang sesuai sesuai jam yang tertera di undangan,” jelasnya lagi

Setelah semua nya selesai di persiapkan, semua petugas KPPS membubarkan diri dari TPS, hanya dua orang yang berjaga, yang lainnya harus beristirahat untuk tugas negara esok pagi.

Malam bercuaca cerah, bintang terang menyinari langit Pangkalan Kerinci, beberapa warga mengenakan masker tampak berkumpul di pertigaan jalan dalam komplek, mereka berbincang tentang prediksi siapa pemenang kontestasi esok hari, satu persatu peluang paslon di kupas, walau dalam analisa kedai kopi.

Kumpulan bapak bapak tampak asik meneguk air seduhan teh di kursi kayu diantara pohon buah naga dan rindangnya bunga pucuk merah di depan rumah warga bernama Tami, rumah yang berdiri tepat di bawah tiang listrik itu mendapat kebagian cahaya lampu 45 watt. Setiap bapak bapak yang melintas terpanggil untuk singgah, nimbrung ikut bercengkrama.

Walau saling bertatap muka, ada juga yang berkomunikasi lewat grup WA, lelucon dan anekdok pilkada menjadi candaan melewati malam jelas pesta yang akan dihelat esok pagi.

“Kalau ada yang mau mengantarkan amplop atau paket, rumah kami tidak di kunci, bisa di titipkan di bawah kresek, di bawah pot bunga atau selipin di bawah pintu,” tulis Liaz dalam grup WhatsApp perumahan.

Candaan Liaz di balas oleh anggota grup lainnya yang meminta nya untuk keluar rumah dengan membawa makanan, soal pilihan bisa di bicarakan dengan perut yang berisi.

“Bawalah gorengan kesini, soal pilihan, ayo kita bicarakan, perut berisi menghasilkan pilihan yang berbobot,” tulis Syahril di chat grup

Tulisan Liaz, Syahril dan anggota komplek lainnya di baca bersama bapak bapak yang juga membawa smartphone, candaan dunia Maya memantik tawa lepas mengiasi malam yang cerah.

Pukul setengah sebelas malam, cuaca yang sedari petang tampak cerah tiba tiba berubah gelap, tak ada lagi bintang bersinar di langit, angin mulai berhembus kencang, tak beberapa lama satu persatu hujan meneteskan air dari langit, diskusi pilkada pertigaan komplek griya rumah kita harus berakhir sebelum tengah malam.

Suara azan bergema dari masjid Al Razaq, jamaah subuh menyusuri pagi yang masih gelap untuk menunaikan kewajiban manusiawi kepada sang pemilik bumi, Allah SWT.

Seperti biasa, azan dikumandangkan oleh Garin masjid Wak Yusuf. Sebelum panggilan shalat menyebar lewat toa, pria 60an tahun itu sudah terlebih dahulu bersih bersih, memastikan tidak ada sampah dan debu dalam rumah Allah itu.

Seusai azan, Wak Yusuf kembali menutup mulut dan hidungnya dengan masker putih berSNI, shalat Rawatib gabliyah pun di tunaikan.

Pagi itu, Ustadz Lubis mengimami Shalat Subuh, imam kawakan itu mengenakan Gamis krim dengan sorban putih melingkar di kedua pundaknya, tak lupa masker dan sajadah yang dibawa sendiri dari rumah.

Fardu subuh diikuti satu setengah jamaah masjid Al Razak, zikir dan doa menutup pengakuan kehambaan pada sang Khaliq di permulaan pagi, Rabu (9/12/2020).

Tepat pukul 8.00 WIB, Faiza sudah bersiap berangkat ke TPS, ia akan menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, ia tak lupa memakai masker, undangan ia bawa bersama pengenak diri (KTP).

Sesampai di TPS 41, Faiza disambut petugas KPPS dengan thermo scanner, 36,4 derajat celcius tertera di layar, ia diarahkan untuk cuci tangan di wadah yang disedia, ada sabun cair disitu, tisu untuk pengeri ng tangan, ia pun disodorkan sarung tangan plastik.

Faiza kemudian dikasih kertas suara yang berlipat, ia ke bilik untuk mencoblos, kata petugas KPPS pencoblosan dengan azas Luber, Langsung Umum, Bebas dan Rahasia, itu dirasakan Faiza di bilk suara.

Surat suara selesai ia coblos, Faiza memasukkan nya ke kota suara, sarung tangan dilepas kembali, tinta ungun di lekatkan kelingking kirinya pertanda ia sudah menggunakan hak suaranya. Kembali ia cuci tangan sebelum berlalu meninggalkan TPS 41.

“Sudah selesai mencoblos nya, tadi dimulai dengan cuci tangan, di tutup dengan cuci tangan juga, mudah mudahan aman dari Covid 19,”kata Faiza sambil berharap tidak ada klaster covid di TPS 41.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Pelalawan, Baprinaldi mengatakan bahwa semua petugas KPPS di lapangan telah dibekali dengan pengetahuan dalam kewaspadaan untuk mematuhi protokol kesehatan. Mereka juga di bekali dengan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, hand sanitizer, dan thermo scanner.

“Petugas KPPS harus disiplin protokol kesehatan, mereka harus menjadi contoh bagi masyarakat yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya, jadi petuas KPPS harus lebih dulu menerapkan pola 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tegas Naldi

Dilanjutkannya, rangkaian proses pemungutan suara, mulai dari persiapan oleh KPPS sampai selesai penghitungan sudah di persiapkan secara matang oleh KPUD Pelalawan, semua etugas sudah dibekali pelatihan dan simulasi agar memahami alur pelaksanaan kegiatan di TPS.

“Semua anggota KPPS sudah dibekali dengan pelatihan, protokol kesehatan tetap yang utama,“ tandasnya

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris optimis partisipasi pemilih dalam Pilkada di Pelalawan ini meningkat, sekurang-kurangnya bisa mencapai target nasional sebesar  77 persen.

“Meski biasanya capaian partisipasi pemilih dalam Pilkada sebelumnya hanya 70 persen, dalam Pilkada 2020 ini, saya berharap angka partisipasi pemilih sama seperti target nasional yakni sebesar 77 persen,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, usai  mendampingi Sekdaprov Riau meninjau TPS 028, Rabu (9/12/2020).

Dia juga apresiasi dengan kinerja KPU Pelalawan yang benar-benar telah menerapkan Prokes dalam Pilkada ini. Dirinya melihat para pemilih disilin mengantri sebelum menggunakan hak pilihnya, sabar  melalui tahapan-tahapan sampai pada pencoblosan.

“Pengamatan saya di lapangan, semua berjalan dalam protokol kesehatan, kesadaran masyarakat akan kesehatan di masa pandemi covid 19 saat ini cukup tinggi,”pungkas Harris (Apon)

Petugas KPPS melakukan cek suhu tubuh dengan thermo scanner kepada pemilih, wadah pencuci tangan dan sabun juga disediakan di TPS
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer