Distankan Fasilitasi Laga Ikan Hias Bersama Komunitas PIHR

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pecinta ikan cupang semakin banyak dijumpai khususnya di Pekanbaru, selain budidayanya dikarenakan hobi, ikan cupang juga menjadi ladang usaha yang menjanjikan ditengah pandemi ini.

Mengingat semakin banyaknya peminat ikan cupang ini dari berbagai kalangan usia, menjadikan masyarakat diseluruh wilayah Indonesia berlomba-lomba untuk membudidayakannya.

Ikan cupang ini memiliki beragam jenis, dan tentunya spesifikasi itulah yang dijadikan patokan harga jualnya. Semakin langka dan memiliki nilai estetik yang tinggi, maka semakin tinggi pula harga jualnya.

Hal itulah yang menjadikan bisnis ikan hias ini menjadi primadona di tengah pandemi untuk turut menopang perekonomian pembudidayanya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru bersama komunitas pecinta ikan hias di Riau yang berdiri pada sejak 27 November 2017, yakni PIHR (Persaudaraan Ikan Hias Riau) yang diketuai oleh Halim Iwanto bekerja sama menyelenggarakan laga ikan hias tersebut .

Saat ini, PIHR menjadi kelompok binaan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru.

Halim Iwanto menegaskan, tujuan kontes ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antar pecinta ikan cupang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, turut memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa ikan cupang ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehinga dengan demikian bisa membantu peningkatan perekonomian.

Laga Ikan Hias dengan lima round perlombaan ini sangat mengundang antusias luar biasa peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.

Adapun round pertama di Pekanbaru, round kedua di Sumatera Barat, round ketiga di Jambi, round keempat di Sumatera Utara dan grandfinal round kelima kembali diadakan di Pekanbaru. Round pertama regional Sumatera membuka pendaftaran se-Indonesia pada Jumat, 13 November 2020. Dilanjutkan penjurian pada Sabtu, 14 November 2020. Serta Final pada Minggu, 15 November 2020.

Adapun peserta yang ikut berasal dari Singapore, Jawa, Sumatera serta Kepulauan Riau. Sebanyak 797 ekor ikan mengikuti laga ini. Beragam jenis dan spesifikasi uniknya termasuk dalam 80 kriteria penilaian juri.

Terdapat empat pemenang dengan berbagai kategori yakni Team FBB sebagai Grand Champion, Sultan Betta Owner sebagai Runner Up dan Best Of Show, dan Siak Betta Community sebagai Best Of Optional.

Sebagai jawara pertama, Team FBB mendapatkan piala dan uang tunai sebesar Rp.500.000,- dan berkesempatan masuk ke tahap grandfinal.

Final laga round pertama regional Sumatera yang diadakan di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru pada Minggu, 15 November 2020 sekaligus menjadi peresmian laga ikan hias berskala internasional ini.

Dimulai dengan pembukaan acara, pemotongan tumpeng dan peresmian gunting pita oleh Kabid Perikanan Distankan Kota Pekanbaru, yakni Ir. Hj. Helentina.

“Begitu banyak peminat ikan cupang ini khususnya di Pekanbaru, dari berbagai kalangan. Sehingga tak heran ikan cupang ini menjadi ladang usaha juga ditengah pandemi. Dengan semakin meningkatnya masyarakat yang membudidayakan ikan hias ini, tentunya hal itu menjadi dorongan terbesar bagi kami untuk terus memberi dukungan terhadap masyarakat terkait budidayanya. Dengan memberikan fasilitas dalam laga ikan hias ini salah satunya.” Ungkap Ir. H. Syahmanar S. Umar, MM selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Ir. Hj. Helentina.

Ir. Hj. Helentina juga menambahkan bahwa kedepannya akan ada bantuan sarana dan prasarana APBN Perubahan 2020 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan direktorat jendral perikanan budidaya berupa dana untuk memfasilitasi kelompok komunitas pecinta ikan hias ini berupa perlengkapan aquarium, indukan ikan hias  dan perlengkapan lainnya untuk mendukung pengembangan budidaya ikan tersebut.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, Helentina berharap komunitas-komunitas pecinta ikan hias ini semakin berkembang dikancah internasional. (pia)