Sederhana Dalam Pandemi, Sukses MTQ Berprokes

Penutupan MTQ ke XIX Tingkat Kabupaten Pelalawan di Gedung daerah Laksamana Mangku diraja Pangkalan Kerinci, Rabu (11/11/2020)

PELALAWAN (Nadariau) – Satu persatu mobil berplat merah memasuki halaman gedung daerah Laksamana Mangku Diraja Pangkalan Kerinci. Mobil mobil tersebut milik Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pelalawan, Selasa (3/11/2020).

Tak hanya pejabat Pemkab Pelalawan dan petinggi di lembaga vertikal yang hadir kala itu, ada juga pejabat dari Propinsi, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, DR Mahyuddin MA, yang datang mengenakan pakaian Melayu lengkap dengan sarung sensamping terlilit indah di pinggangnya, kopiah hitam menutup kepala dan tak lupa dengan masker menutup mulut dan hidungnya, penampilan yang sama juga terlihat pada Ketua LPQ Provinsi Riau, H Zulkifli Syukur S.Ag, ada juga Anggota DPR RI asal Riau H. Syahrul Aidi Maazat LC MA, mereka juga memakai masker, tetap berdisiplin diri dalam kepatuhan protokol kesehatan.

Orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan datang dengan pakaian Melayu warna kuning, dengan songket bermotif biru, ia juga memakai masker. Duduk nya berjarak di ruangan gedung daerah, kata panitia harus Prokes, cara jitu mencegah Covid 19.

Dalam sambutannya, Bupati HM  menyampaikan bahwa seyogyanya pelaksanaan MTQ XIX akan digelar di Kecamatan Ukui. Seiring mewabahnya virus corona, maka sesuai keputusan bersama, pelaksanaanya dipindahkan di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

“Kita menyadari tingginya atensi masyarakat menunggu dan menyaksikan ajang penuh nilai-nilai  regius ini. Akan tetapi virus corona telah membatasi pengerakan kita semua. Bahkan hajatan sekelas MTQ  dipaksa digelar dengan  pembatasan – pembatasan,” jelas HM Harris.

Dilanjutkan Harris, walau Pandemi masih menjadi momok bagi masyarakat, namun aktifitas masyarakat tidak harus serta merta terhenti, seperti agenda tahunan MTQ ini, yang menjadi perhatian, pelaksanaan nya harus disesuaikan dengan keadaan saat ini, di masa kenormalan baru.

“Ajang perlombaan seni baca Al Qur an ini tetap kita laksanakan, kita ikuti protokol kesehatan, yang datang, baik itu peserta, official, juri atau penonton harus memakai masker, mencuci tangan yang sudah disediakan panitia dan menjaga jarak, ini adalah kebiasaan baru saat ini,” kata Bupati Pelalawan HM Harris.

Di tahun depan, harapan pelaksanaan MTQ ke xx dapat dilaksanakan kembali di Kecamatan Ukui.

Harris pun mengajak masyarakatnya agar memanfaatkan momen MTQ  untuk sama-sama membangun  masyarakat yang Alqur’ani.

“Saya pikir ini moment yang tepat. Dari  pemerintah sebelumnya telah memulai dengan program Maghrib mengaji. Dan untuk meningkat motivasi, Pemerintah juga telah memberikan intensif berupa honor untuk guru-guru mengaji,” urai bupati.

“Kemajuan dunia jika tidak diimbangi kemajuan moral. Maka akan merusak kemajuan itu sendiri,”tandasnya

Pembatasan pembatasan dalam acara pembukaan MTQ juga diamini oleh Sekretaris LPTQ Kabupaten Pelalawan, Makhmul Hadil, dikatakannya, Jumlah orang yang hadir di batasi, bahkan para kafilah, yang menjadi roh dari agenda tahunan itu pun hanya bisa mengikuti lewat layar kaca, secara virtual dari Kecamatan masing masing. Kata panitia pembatasan untuk melindungi kafilah dari paparan Covid 19.

“Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, pembukaan dilaksanakan dengan kemeriahan, ada pawai ta’aruf yang dihadiri ribuan orang, acara sekarang di sesuaikan dengan masa Pandemi,” terang sekretaris LPTQ Kabupaten Pelalawan Akhmamul Hadi M.Si

Bukan hanya acara pembukaan mengadaptasi kenormalan baru, seluruh rangkaian kegiatan MTQ yang dipusatkan di Masjid Ulul Azmi Pangkalan Kerinci juga mengikuti protokol kesehatan

Standar Protokol kesehatan di terapkan selama pelaksaan MTQ

Tidak ada tenda megah seperti MTQ yang di helat tahun tahun sebelumnya, tidak ada tenda tenda cendramata dan ratusan lapak pedagang menyambut pengunjung yang hendak meramaikan acara.

‘Tahun tahun sebelumnya, pertandingan kita laksanakan malam hari, kita undang masyarakat untuk meramaikan, tahun ini pelaksanaan musyabaqoh dilaksanakan siang hari tanpa keramaian,” jelas Makhmul Hadi

Di Masjid Ulul Azmi, prokes menjadi syarat mutlak untuk bisa masuk ke lokasi acara, di bagian depan sudah di sambut petugas kesehatan yang didampingi pihak keamanan (polisi dan satpol PP). Petugas kesehatan akan mengecek suhu orang yang datang, jika derajat celcius panas tubuh dibawah 38 baru dipersilahkan masuk, tentu harus memakai masker.

“Memang di masjid kan ada tempat wudhuk, namun tetap kita tambah wadah cuci tangan nya, dengan sabunnya,” imbuh Makhmu

Pelaksaan perlombaan seni baca alquran di MTQ ke XIX Tingkat Kabupaten Pelalawan 2020

Pelaksanaan MTQ ke XIX tingkat Kabupaten Pelalawan berjalan lancar sampai ke ujung kegiatan, delapan hari para kafilah bertanding menjadi Qur’ani terbaik dalam semangat ukhuwah islamiyah menjunjung sportifitas lomba.

Di penghujung hari pelaksanaan MTQ, setelah semua peserta mengerahkan semua kemampuan segala upaya untuk menjadi pemenang telah dilakukan, dewan hakim pun di tuntut memutuskan yang terbaik dari yang terbaik.

Secara keseluruhan, Kafilah Kecamatan Bandar Seikijang ditetapkan jadi juara umum, kecamatan di paling barat Kabupaten Pelalawan ini, yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru sudah sangat familiar dengan gelar juara, tropy MTQ sering menghiasi lemari koleksi di kantor camatnya. Di MTQ tahun ini kembali menasbihkan diri sebagai kafilah bermental juara, dua tahun sebelum harus berpuas sebagai Runner up, padahal Bandar Seikijang pernah mendapatkan piala tetap di tahun 2016 karena menjuara MTQ tingkat Kabupaten Pelalawan tujuh kali berturut turut, sukses berlanjut di tahun 2017, dengan mempertahankan  rekor delapan kali juara.

“Tahun ini, juara umum jatuh pada kafilah Bandar Seikijang,”kata sekretaris LPTQ Kabupaten Pelalawan Makhmul Hadi.

Acara penutupan pun di buat tak semeriah biasa, masa Pandemi jadi alasan, protokol kesehatan jadi keharusan dan displin 3M harus di terapkan dalam pelaksanaan penutuoanTQ ke XIX tingkat Kabupaten Pelalawan, Rabu (11/11/2020)

“Biasanya kita tutup MTQ dengan suka cita, berbagai pertunjukan dan keramaian, penutupan kali ini harus sederhana menyesuaikan dimasa pandemi, sama sama melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid 19, namun tetap berkarya dalam protokol kesehatan” kata Bupati Pelalawan HM Harris dalam sambutannya

H.M Harris mengajak kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan momentum MTQ ini untuk bersama – sama membangun masyarakat yang Alqur’ani. “Saya pikir ini momen yang tepat untuk kita bersama-sama membangun atau membentuk masyarakat yang Al-Qur’ani,” ujarnya.

Pemkab Pelalawan pun sudah menjalankan program Maghrib Mengaji yang bertujuan untuk membentuk masyarakat yang Al-Qur’ani di Kabupaten Pelalawan. Agar suksesnya program tersebut, Pemerintah juga telah memberikan intensif berupa honor untuk para ustadz dan ustadzah di TPQ TPQ” pungkasnya. (Apon)