Selasa, Maret 10, 2026
BerandaIndeksRegionalUpaya Nyata Melawan Virus Tak Kasat Mata

Upaya Nyata Melawan Virus Tak Kasat Mata

PELALAWAN (Nadariau.com)  – Hujan pagi guyur merata seluruh wilayah Kota Pangkalan Kerinci, jejeran bunga pucuk merah kuyup menyapa para pelintas di jalan Sultan Syarif Hasyim, kembang se taman di ruang publik kreatif bersuka cita menyambut hari tak bermentari. Tetes demi tetes proses kondensasi uap air di atmosfer  menghapus  gerah menyengat yang di rasa sejak kamarin lusa, pagi yang basah tetap memberi energi kepada anak negeri dalam membangun mimpi.

Parit dan anak sungai tanpa lelah mengalirkan tampungan air dalam jumlah besar ke sungai Kampar yang membelah kecamatan Pangkalan Kerinci, air meluap ke beberapa ruas jalan utama, menghalangi laju kendaraan yang melintas dalam kesibukan menyambut rutinitas pagi.

Di tengah guyuran hujan, para pegawai pemerintah tampak lalu lalang memasuki gerbang komplek perkantoran Bhakti Praja, kendaraan roda empat miliknya ASN di lingkungan Pemkab Pelalawan deru menderu melaju menerobos genangan air yang menutup badan jalan agar sampai di tempat kerja tepat waktu, aktifitas di tengah kesejukan pagi itu bukan hanya dilakukan oleh pegawai yang punya kendaraan anti hujan saja,  beberapa pengemudi sepeda motor pun dengan semangat tak kalah pula, dengan mengenakan jas hujan yang dilengkapi dengan celana panjang anti basah, helm dan sepatu berbungkus plastik siap membelah cuaca pagi yang basah,  energi berbalut pengabdian mengalahkan  cuaca berhujan yang belum juga menampakkan tanda tanda reda.

Sang surya masih enggan menampaknya sinarannya, bersembunyi di balik awan yang meneteskan butiran butiran keberkahan ke bumi. Sebuah mobil dinas meluncur dari arah km 55 langsung memasuki gerbang komplek kantor bupati Pelalawan. Mobil jenis Nissan X-Trail keluaran tahun 2015 itu di kendarai sendiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pelalawan Hendri Gunawan dari kediamannya yang berjarak 60 km di Kota Pekanbaru.

Sampai di depan Media Center Pemkab Pelalawan, Hendri turun dari kendaraan dinasnya sambil berlari menuju salah satu ruangan yang pernah menjadi pusat informasi Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pelalawan ini.

Di Media Center, sang Kadis langsung melakukan rapat kecil dengan beberapa orang jajarannya, terkait perkembangan penyebaran Covid 19 hari itu.

Data yang di dapat nya segera ia tindak lanjuti, di teruskan ke beberapa instansi terkait, tak terkecuali kepada grup whatsapp para kuli tinta yang melakukan tugas peliputan di negeri seiya sekata ini.

Menurut Hendri, informasi perkembangan Covid 19 itu penting di ketahui oleh masyarakat agar menjadi kewaspadaan bersama. Melawan virus yang menyerang organ pernafasan itu secara bersama sama pula.

“Harus di sampaikan ke masyarakat, agar kita semua waspada, betapa penting mematuhi protokol kesehatan saat ini,” kata Hendri kepada Nadariau.com, Senin (21/09/2020).

Menurut data di Diskominfo Pelalawan, perkembangan penyebaran Covid 19 meningkat, pagi itu saja lima belas orang warga terkonfirmasi positif, hanya dua orang yang baru dinyatakan sembuh. Total warga yang dinyatakan positif Covid 19 mencapai angka 672 orang, dan sudah 5 orang meninggal.

Mengingat geografis wilayah Kabupaten Pelalawan berada di jalan lintas Timur dengan mobilitas nya cukup tinggi, di tambah lagi sebagian daerahnya adalah kawasan industri dan perkebunan, yang setiap hari banyak aktifitas karyawan dari dan keluar daerah, kurva penyebaran Covid 19 ini sepertinya sulit berharap landai.

“Kalau melihat angka angka penyebaran virus ini setiap hari, kita seperti ikut arisan Covid, lambat cepat kita akan mendapatkan giliran kita, ngeri,” ujar salah seorang staf Diskominfo Meki.

Kadiskominfo Pelalawan terlihat buru buru pagi itu, banyak agenda yang harus ia lakukan, salah satu nya harus rapat bersama Bupati dan agenda lain yang sudah terjadwal terkait tanggung jawabnya sebagai pejabat publik, sebagai corong pemerintah daerah, penyampai infomasi kepada khalayak, walau padat aktifitas, ia menyempatkan diri untuk memulai aktifitas kedinasan nya dengan informasi perkembangan Covid 19.

“Jadwal pagi, ya Covid ni,” katanya

Kala Covid Menyerang

Jam sembilan lewat sepuluh menit, matahari mulai menampakkan senyumannya, genangan air sisa hujan di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan perlahan mengalirkan ke parit semen di sebelah luar kantor dinas.

Tak lama setelah itu, paving blok halaman kantor berangsur mengering, beberapa pegawai tampak merapikan meja dan menyusun kursi kursi plastik yang di keluarkan dari gudang belakang. Ada juga yang sibuk mengisi sabun cair dan memeriksa air pencuci tangan yang ditempatkan di bagian samping depan pintu kantor. Di sebelah tempat cuci tangan berdiri tegak seorang staff dengan memegang Thermo Scanner untuk memeriksa suhu tubuh pengunjung yang datang.

Ada yang tampak tak biasa di cuaca yang mulai menghangat pagi itu, tujuh petugas medis berseragam hazmat seperti astronot menyambut tamu yang datang, keberadaan pejuang kesehatan ini  membuat jantung orang orang yang akan test swab berdetak kencang, orang orang yang dijadwal mengikuti swab adalah orang orang yang melakukan kontak fisik dengan pasien yang lebih dulu terkonfirmasi positif covid 19. Hasil tracking mengharuskan mereka di testing.

Meski hidung dan mulut tertutup masker, namun tak bisa menyembunyikan wajah peserta swab ini yang penuh kecemasan, pandangan nya tak teralihkan ke layar pintar di tangan, sambil mengotak atik smart phone, agar rasa gugup tak menghinggap.

Swab test jadi penentu apakah mereka terpapar atau aman dari Covid 19. Walau hati dilanda kegetiran teramat sangat, mereka sesekali menatap tajam kawan sejawat, berharap bisa saling menguatkan, dalam diam, hati mereka tak henti berdoa, semoga apa yang dikwatirkan, virus Corona tidak menjangkiti.

Setelah tim medis selesai mempersiapkan alat alat untuk keperluan pengambilan sampel cairan hidung dan mulut, satu persatu nama di sebut, nama yang di sebut maju ke depan, duduk di kursi yang dipersiapkan,  sejurus kemudian seorang petugas medis berpakaian plastik berwarna putih dengan garis biru di bagian pinggir menutup seluruh tubuh, masker dan face Shield menutup bagian wajah, sarung tangan di buat berlapis siap berkerja.

Nama Dori Rukmana disebut petugas untuk dilakukan swab test, tersebab tak merasa yang aneh dengan stamina nya hari itu, ia bersikap biasa, sempat melempar senyum ke sesama kolega, seolah ingin berkata bahwa ia baik baik saja, jempol kanan diangkatkan mengarah ke putra semata wayang yang baru berumur 8 tahunan, ia ingin menegaskan suasana saat itu segera di lewati tak lama lagi.

Swab test yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan

Setelah Dori duduk dengan tenang, petugas medis memasukkan sebuah benda berbentuk bulat kecil memanjang, diujungnya terdapat sebuah kapas untuk menarik cairan dari bagian saluran pernafasan atas yang meliputi rongga hidung, tepat di belakang hidung bertemu tenggorokan.

“Alatnya dimasukkan jauh di belakang dan di kedua lubang hidung saya. membuat mata berkaca-kaca, perasaan ingin bersin dan hidung menjadi berair. Setelah itu dilanjutkan sampel cairan di mulut bagian belakang dekat tenggorokan,” Katanya

Setelahnya, berturut turut diikuti anak dan istri tercinta, mereka melakukan prosedur yang sama dan merasakan hal yang sama.

“Tenang ya nak, tak terjadi apa apa, siap ni kita langsung pulang nanti,” katanya menguatkan si buah hati yang bersiap menghadapi astronout bumi pembasmi Covid 19 hari itu.

Dalam pengambilan sampel cairan di organ pernafasan di lakukan sesuai prosedur standar yang sama pada masing masing orang. Tidak di bedakan gender dan usia, semua harus mengikuti SOP yang tak berbeda.

Dua hari setelahnya, Dori menerima kabar dari Dinas Kesehatan, bahwa berdasarkan hasil  swab dua hari yang lalu dan telah melalui pemeriksaan lab, ia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19, mendengar kabar yang tak diharapkan, sekujur badannya mulai terasa lunglai, stamina yang sebelumnya begitu fit tiba tiba serasa tak bertulang. Tersebab Dori tidak mengalami gejala klinis yang menunjukkan tanda tanda permulaan terjangkit Covid 19, ia diizinkan untuk isolasi secara mandiri.

“Saya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), sebelum nya baik baik saja, tidak ada gejala klinis seperti hilang rasa di lidah, demam, batuk atau flu, semua tidak ada, saya sangat sehat, tapi memang syok mendengar berita ini,” lirihnya

Beruntung, istri dan si buah hati terkonfirmasi negatif berdasarkan hasil swab.

” Istri dan anak Alhamdulillah negatif,” ungkapnya

Dua pekan menjalani isolasi mandiri di rumah, tanpa istri dan putra tercinta yang telah mengungsi ke rumah mertua. Dori sabar menerima kenyataan, namun tak menyerah dengan keadaan, ia bertekad melawan Covid, hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sarat gizi, olah raga teratur, dan utama ia semakin dekat dengan sang pencipta, kesendiriannya diisi dengan ibadah.

Empat belas hari berlalu, hati Dori begitu riang, ia sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Dan yang paling dirindukan adalah bertemu orang orang terkasih, putranya akan kembali ke pelukannya, kerinduan untuk menatap masa depan bersama tanpa corona.

“Sudah pulih dan saya sudah kembali beraktifitas seperti biasa,” kata Dori penuh semangat di pertengahan Oktober 2020.

Dori dan ratusan orang yang terpapar Covid 19 yang telah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh merupakan orang orang yang beruntung, tak semua orang yang terkonfirmasi positif Covid 19 bernasib seperti mereka.

Di lain tempat, awan gelap menyelimuti langit negeri Melayu Propinsi Riau, pejuang kesehatan, seorang dokter yang bertugas di puskesmas Gunung Sahilan I Kabupaten Kampar meninggal karena Covid 19. Duka ini tak hanya di rasa otang tua dan keluarga saja, Gubernur Riau, H Syamsuar mewakili masyarakat yang dipimpinnya menyampaikan belasungkawa dan rasa kehilangan yang mendalam. Isak tangis tak terbendung. Ia sendiri langsung mengimami shalat jenazah sang dokter muda, dengan doa banyak pelayat mengiringi pemakaman pahlawan kesehatan Riau itu.

“Selama bekerja almarhum merupakan sosok dokter pekerja keras, dan rajin. Beliau merupakan dokter yang betul-betul melayani masyarakat. Tanpa sadar orang yang terinfeksi Covid-19 beliau layani,” kata H Syamsuar lirih dalam sambutannya saat melepas jenazah dr Oki Alvin.

Gubri H Syamsuar mengimami Shalat jenazah dr Oki Alvin di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

Isak Ketua satgas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Riau  memang mewakili perasaan hati masyarakat keseluruhan, kabar duka itu, merupakan kehilangan dokter pertama Riau tersebab Covid 19, sebelumnya ada seorang perawat yang menjadi korban pertama dari tenaga medis Riau yang terjangkit Covid 19.

Setelah dr Oki Alvin, duka Riau berlanjut ke Jhoni Andi Zainal, dokter yang bertugas di Puskesmas Air Tiris juga di Kabupaten Kampar, lima hari dirawat di ruang ICU RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, perjuangan nya melawan Corona terhenti di tanggal 24 September 2020, ia menghembuskan nafas terakhirnya, ia di panggil menghadap sang khalik sebagai seorang Sahid.

“Jika kita menangis hari ini, biarlah ini jadi air mata terakhir, biar ini jadi tenaga medis terakhir yang harus berkorban untuk kita. Berhentilah abai, berhentilah tidak peduli. Jangan biarkan tenaga medis kita putus asa dalam sepinya ruang isolasi, merawat yang sakit. Hanya kita yang bisa mengubah ini semua, hanya kita,” tulis H Syamsuar di akun Instagramnya

Kewaspadaan harus menjadi keniscayaan dalam setiap aktifitas masyarakat saat ini, apalagi para petugas medis yang berjuang di garis depan penangan dan penanggulangan penyebaran Covid 19, pengutamaan penerapan protokol kesehatan harus ditingkatkan dalam setiap pelayanan pasien.

“Saya harapkan kepada para petugas medis, untuk tidak lupa menggunakan alat pelindung diri saat melayani masyarakat, ini untuk kebaikan kita semua,” imbau Syamsuar

Pandemi melahirkan enterpreneur

Pandemi, tak hanya merongrong kesehatan masyarakat,  dibidang ekonomi pun terguncang, jutaan orang kehilangan pekerjaan, dunia usaha pun bertumbangan, tak sedikit yang tidak punya penghasilan, entah bagaimana menghidupi keluarga.

Sejak Covid menghantam dunia usaha, perhotelan dan restoran terkena dampak duluan, bisnis ini kehilangan pelanggan, tak ada yang datang, berarti tak ada pendapatan. Goyah tertubruk covid 19, Manajemen hotel dan restoran langsung bereaksi dengan memangkas jumlah karyawan, lebih dari setengah karyawan di rumahkan, sebagian kecil yang tinggal harus pula rela masuk kerja setengah bulan saja secara bergantian dengan karyawan lain, tentu dengan konsekwensi gaji yang akan diterima pun seharga setengah bulan, atau separoh upah dari gaji sebelum Pandemi dulu.

Taufik Hidayat (39), menjadi satu dari sebagian besar pekerja perhotelan yang tidak beruntung, ia di rumahkan setelah belasan tahun mengabdi sebagai pekerja hotel, ia tak menyalahkan management atas keputusan sulit untuknya. Keadaan memang harus berlaku seperti itu, sepinya pengunjung yang datang ke hotel membuat management tak mampu membayar operasional dan gaji karyawan. Taufik keluar tanpa plaining sempurna untuk masa depan keluarganya.

“Naas, saya terdampak Covid, harus berhenti kerja karena hotel tempat saya kerja dulu sepi tamu” kata Taufik

Setelah tak lagi menjadi hotelier, Taufik sempat vakum aktifitas, ia bingung usaha apa untuk menopang ekonomi keluarga, tuntutan mencukupi kebutuhan kedua buah hati dan istri tercinta membuatnya harus berpikir ekstra keras.

Dua bulan menjalani hidup tanpa pemasukan, ia bertekad segera menata hidup, dan memutuskan hijrah ke kota Pangkalan Kerinci untuk memulai usaha baru, warung bandrek dan skuteng dibuka nya di jalan Pemda, beruntung, mantan waiter lounge hotel berbintang di Pekanbaru ini memiliki pengalaman meracik berbagai minuman, salah satu nya minuman dari sari jahe.

Belum genap tiga bulan usaha bandrek dan skutengnya di buka, Taufik sudah bangkit dari keterpurukan ekonomi, walau tak sebesar pendapatan sebagai pegawai hotel, apa yang bisa di berikannya untuk keluarga tercinta sudah sangat luar biasa di tengah Pandemi saat ini.

“Alhamdulillah, dengan usaha sekarang, beberapa tunggakan cicilan bisa di bayar, seperti kredit rumah dan kendaraan. Sudah bisa makan saja, kita sudah sangat bersyukur,” ungkapnya

Taufik yakin, apa yang telah dirintisnya merupakan permulaan yang baik untuk masa depan yang lebih baik, ia tak lagi mengandalkan lagi kebaikan bos untuk menentukan kemana keluarga kecilnya akan di bawa, kerja keras dalam mengelola sendiri usaha yang dirintis menjadi kepuasan sendiri baginya.

“Pandemi ini memaksa saya untuk berpikir enterprenaur, ini cara tuhan merubah hidup kita, semua ada hikmahnya,” ungkapnya seraya mengatakan ia akan terus berpikir mengembangkan usaha, dan tak lagi berpikir untuk kembali sebagai karyawan swasta.

Zero Covid 19

Siang di Ahad yang cerah, Yan Benny Ayusla tengah berbincang serius dengan seseorang di ujung telepon seluler yang di genggamnya, di percakapan udara itu, seperti terjadi sebuah mufakat dengan sebuah pertanda beberapa anggukan, hape nya ditutup.

Yan bergegas mengambil sepasang sepatu yang sudah dipersiapkan istrinya. Di kecup sayang kening sang kekasih hati sambil berbisik lembut bahwa Sekretaris Camat bersama Upika Kuala Kampar tengah menunggunya.

“Bapak bapak Upika sudah menunggu di pasar Penyalai, Abang pergi dulu ya,” kata Yan lembut.

Sosialisasi Protokol kesehatan di pasar Penyalai Kecamatan Kuala Kampar

Saban Ahad, di Penyalai ada pasar pekan dimana banyak orang datang dari seluruh penjuru pulau Mendol, terkumpul di pusat Kecamatan Kuala Kampar. Ada yang menawarkan dagangannya, ada pula yang menawarkan harga dari barang yang dibutuhkan, proses tawar menawar dibuka sebelum akad jual beli terjadi. Interaksi satu sama yang lain menghiasi keramahtamahan warga disetiap pojok pasar rakyat.

Di masa Pandemi, keramahtamahan menjadi kekwatiran, kedekatan menjadi kecemasan. Karena Covid 19 bisa berpindah lewat droplet dalam jangkauan satu meteran.

Untuk mencegah penyebaran Covid 19 di kecamatan terluar di Kabupaten Pelalawan ini, pihak Pemerintah Kecamatan, Puskesmas, Polsek dan TNI langsung turun ke pusat pasar untuk melakukan sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan. Kedisiplinan mematuhi 3 M.

“Setiap Ahad, ada pasar pekan di Penyalai, jadi kita bersama pak camat yang diwakili pak sekcam, pak Kapolsek dan pak danramil bersama jajaran melakukan sosialisasi agar masyaraka patuh protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” terang Kepala Puskesmas Kuala Kampar Yan Benny Ayusla S.Kep, Minggu  (25/10/2020)

Menurut Yan, disiplin Prokes menjadi kunci bagi 18.192 jiwa masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Kuala Kampar aman dari Covid 19.

Petugas medis dibantu aparat keamanan juga berjaga ketat mengawasi kedatangan orang yang ingin masuk ke Kuala Kampar, Prokes dan cek kesehatan suatu keharusan untuk bisa masuk ke pulau Mendol. Di dermaga dermaga sudah stand by petugas puskesmas bersama satpol PP, Polisi dan TNI.

“Ada juga kelebihan orang Kuala Kampar ini, mereka rata rata adalah nelayan dan petani, bekerja di bawah terik matahari dari pagi sampai sore, jadi imun orang disini kuat, lagipula Covid tidak bisa bertahan di cuaca panas,” ungkap Yan

Kerja keras masyarakat Kuala Kampar yang disiplin mematuhi Prokes, serta rajin jaga stamina dan daya tahan tubuh patut menjadi tauladan masyarakat luas yang tengah berjuang melawan pandemi.

Dalam rilis Diskominfo Pelalawan tepat di hari sumpah pemuda  ke  92 pada tanggal 28 Oktober 2020, Kecamatan Kuala Pelalawan mencatat angka dua telor. Nol terkonfirmasi positif Covid 19, dan nol suspek. Angka itu menjadikan Kecamatan Kuala Kampar satu satunya di Kabupaten Pelalawan yang zero Covid 19.

Data perkembangan Covid 19 Kabupaten Pelalawan per 28 Oktober 2020, Kecamatan Kuala Kampar dengan nol terkonfirmasi dan nol suspek

Covid 19 sudah menggrogoti kesehatan, pikiran dan mental masyarakat saat ini, dampak ekonomi dan sosial tak terelakkan, adaptasi kenormalan baru menjadi satu satunya pilihan yang harus diambil untuk tetap bertahan hidup  di tengah pandemi, dr Oki Alvin dan dr Jhoni Andi Zainal telah berjuang melawan covid sampai akhir hayatnya, dan masih banyak lagi petugas medis dan orang orang tangguh melawan covid di garis depan. Mereka jangan di biarkan sendiri, harus dibantu dengan kedisiplinan massiv seluruh masyarakat dengan berbagai upaya nyata melawan virus yang tak kasat mata.

Protokol Kesehatan

Dori, Taufik dan masyarakat di Kecamatan Kuala Kampar adalah segelintir cerita sukses dari orang orang yang berhasil bangkit dari hantaman Covid 19,  ada banyak pasien lain yang pulih, dan banyak dunia usaha yang mulai menggeliat sejak di berlakukan kenormalan baru, pasar – pasar di buka, sendi sendi ekonomi masyarakat di galakkan kembali dengan protokol kesehatan  yang diterapkan secara ketat.

Tindak lanjut dari pemberlakuan kenormalan baru , sanksi bagi masyarakat yang abai prokes di terapkan, razia yustisi di laksanakan. New normal di harapkan melahirkan kebiasaan baru yang penuh kedisplinan dalam menjaga kesehatan diri dan orang orang  sekitarnya.

Perkembangan pandemic Covid 19 saat ini harus membuat masyarakat lebih waspada dan lebih menjaga protokol kesehatan dalam setiap aktifitas , Gubri H Syamsuar meminta setiap tempat usaha wajib menerapkan  slogan 4 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan), baik secara internal usaha, seperti karyawan maupun pembeli yang datang untuk belanja.

Ketegasan Gubri ditindak lanjuti oleh dunia usaha denga menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan kran air, karyawan dan pengunjung di wajibkan mengenakan masker atau face sield serta membuat jarak aman antara pengunjung satu dengan lainnya.

“Saya berharap dengan dibuka nya usaha usaha saat adaptasi kebiasaan baru ini, baik UKMK maupun sector private dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, ekonomi harus tetap berjalan, namun kesehatan juga sangat penting,” harap Syamsuar

Untuk memulihkan ekonomi masyarakat, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya dan program program penyehatan perekonomian nasional. Seperti program bantuan sosial, stimulus, dan juga dana hibah yang disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi.

Pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini, harus menjadi perhatian semua pihak, untuk itu Presiden Jokowi meminta agar kepala daerah turut menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membangun semangat optimisme di masyarakat.

“Kepala kepala daerah diminta untuk dapat memberikan tone yang posisitif, membangun  optimisme masyarakat, Ajak masyarakat untuk saling membantu, saling ingatkan, gotong royong hadapi situasi yang sulit ini. Bangun harapan, bahwa dengan bersatu kita akan bisa melalui semua ini,” kata Presiden Jokowi, kamis (22/10/2020)

Upaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi segenap masyarakatnya, tidak akan berhasil tanpa adanya tekad untuk keluar dari pandemi ini oleh masyarakat itu sendiri, cara  nya dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan tidak termakan isu hoaks.

Percayakan pada pemerintah, menyaring informasi secara jelas dari sumber yang layak di percaya merupakan cara bijak mengamati perkembangan pandemi . Mematuhi protokol kesehatan dan patuh 3 M adalah wujud dari ketaatan kepada pemerintah yang tengah bekerja.

Reporter : Apon Hadiwijaya

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer