Inhu, (Nadariau.com) – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diwarnai kericuhan, para peserta yang sebelumnya sempat memanas dalam adu argumen akhirnya memuncak saling lempar.
Akibat kericuhan tersebut, Musda ke X (Sepuluh) Partai Golkar Inhu di Skor tanpa batas waktu yang ditentukan.
Berdasarkan pantauan Nadariau.com salah satu penyebab kericuhan terjadi diakibatkan oleh oknum peserta sidang yang mendapat mandat dari DPD IÂ Partai Golkar Riau menolak diberlakukanya voting.
Bahkan kondisi itu semangkin memuncak disaat oknum peserta sidang dari sisi sebelah kanan melemparkan buku dan mengangkat bangku.
Satu orang peserta sidang dibawa paksa keluar dari areal persidangan. Kericuhan terus berlanjut, hingga akhirnya memanas.
Atas kericuhan tersebut, perwakilan DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Yulisman memilih keluar dari ruang sidang dan mengajak seluruh peserta sidang yang menerima mandat dari DPD I Partai Golkar Provinsi Riau untuk ikut keluar.
Bahkan pengurus DPD I Partai Golkar juga menarik pimpinan sidang. Akibatnya sidang tidak dapat dilanjutkan kembali.
Seusia kericuhan terjadi digelar Konferensi Pers. Dalam kesempatan itu Muhammad Yasmin Sekretaris AMPG DPD I Partai Golkar Provinsi Riau dan juga sebagai Wakil Sekretaris dibidang Pemuda didampingi oleh ketua DPD II Partai Golkar Inhu H Yopi Arianto SE sangat menyayangkan sikap arogan oknum peserta yang mengakibatkan kericuhan terjadi.
“Kedatangan kami dalam Musda ke X Partai Golkar Inhu untuk menghadiri Musda dalam rangka ikut mengamankan suksesnya Musda, namun ditengah jalan dengan adanya perbedaan pendapat dan perbedaan dukungan, akhirnya berujung pada kericuhan tanpa diketahui siapa yang memulai, ” Ungkap Yasmin dengan kecewa.
Dinamika-dinamika dalam Musda itu adalah hal biasa, ada perbedaan pendapat, ada perbedaan dukungan itu hal yang wajar. Setelah kita lihat beberapa kali interupsi yang tentunya sudah bisa diselesaikan dengan baik oleh pimpinan sidang, bahkan sudah diakomodir ternyata juga terjadi perdebatan yang berujung kericuhan.
Selanjutnya Yasmin juga mengungkapkan bahwa kericuhan ini dimulai oleh beberapa kelompok tertentu, kita gak tau siapa yang mulai yang jelas gara-gara ulah oknum peserta yang arogan menyebabkan kericuhan yang tidak bisa kita hindarkan. Atas kericuhan tersebut kondisi sidang tidak bisa dilanjutkan tanpa pimpinan, akhirnya sidang ini diskor tanpa batas waktu yang ditentukan.
“Musda Partai Golkar Inhu ini bukan Deadlock namun di skor tanpa batas waktu yang tidak ditentukan, karena pelaksanaanya dua hari dari 26/08/2020 hingga 27/08/2020. Musda ini bisa saja dilanjutkan, namun sebelumnya kami akan meminta petunjuk kepada ketua DPD I Partai Golkar Riau,” tegas Muhammad Yasmin
Sementara itu H Yopi Arianto Ketua DPD II Partai Golkar Inhu, menyesalkan sikap wakil ketua yang mewakili ketua DPD I Partai Golkar Riau yang juga menjadi kandidat ketua DPD II Partai Golkar Inhu dalam Musda ke X Partai Golkar Inhu, justru meninggalkan sidang yang tengah berlangsung.
“Sangat disayangkan, wakil ketua yang mewakili ketua DPD I yang juga kandidat justru meninggalkan ruang sidang yang tengah berlangsung, ini juga posisi yang belum pernah terjadi sebenarnya. Begitu juga terhadap pimpinan sidang seharusnya tetap bertahan, apapun kondisi yang terjadi di lokasi,” ucap Yopi Arianto.
Selanjutnya Yopi Arianto menyatakan bahwa dirinya akan tetap melaksanakan Musda sesuai jadwal, besok seluruh peserta sidang dari Partai Golkar Inhu akan tetap hadir sesuai jadwal dan mengikuti perkembangan terakhir.
“Harapan kita sebagai tuan rumah dan juga sebagai pelaksana kegiatan ini tentunya akan melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai dengan jadwal, sebagaimana arahan ketua DPD I Partai Golkar Riau yang disampaikan Pak Yulisman dalam sambutanya, ” Tutup Yopi. (Rio)


