Sinergi Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan Pastikan Jaminan Bagi Korban Laka Lantas

Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan mengundang 41 rumah sakit dalam kegiatan 'Optimalisasi Koordinasi Manfaat Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Peserta JKN-KIS'.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dalam rangka memberikan kepastian jaminan bagi korban Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas), Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan mengundang 41 rumah sakit dalam kegiatan ‘Optimalisasi Koordinasi Manfaat Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Peserta JKN-KIS’, pada Jumat (17/07).

Menurut Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Darmayanti Utami, perlu adanya keseragaman informasi perihal penjaminan pasien Laka Lantas.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan diskusi bersama tata laksana penjaminan bagi peserta BPJS Kesehatan pada Laka Lantas terutama dibagian coding. Agar tidak ada klaim-klaim yang terkendala diproses pengajuan,” ungkapnya.

Koordinasi lintas instansi ini kini memang sudah real time dan lebih memberikan kepastian bagi peserta sejak diimplementasikannya aplikasi Integrated System for Traffic Accidents (Insiden) pada tahun 2018. Proses penjaminan jelas dan transparan, sehingga bisa dipantau baik oleh Jasa Raharja, BPJS Kesehatan dan rumah sakit.

Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Raharja Cabang Riau, Muhammad Irfan, pun senada dengan Yanti sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.02/2018 tentang Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan dalam Pemberian Manfaat Pelayanan Kesehatan.

Selain itu dalam paparannya, Irfan mengatakan bahwa penting untuk memastikan jenis laka lantas demi kejelasan kepastian jaminan.

“Perlunya dipastikan jenis kecelakaannya, apakah laka tunggal atau tabrak lari, atau kecelakaan akibat bawa kendaraan sendiri. Untuk itu dibutuhkan adanya validasi dari laporan kepolisian setempat,” terangnya.

Lebih lanjut Irfan menyampaikan bahwa ada penurunan tingkat laka lantas di beberapa bulan terakhir. Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 dimana tak banyak masyarakat yang keluar rumah.

“Prinsip koordinasi manfaat bagi Jasa Raharja menurut Irfan adalah sebagai penjamin pertama bagi kasus Laka Lantas sampai batas maksimal plafon. Selanjutnya dapat dilanjutkan oleh BPJS Kesehatan atau asuransi lain,” ujarnya. (ind)