Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan Dikantor LAM Riau

Pekanbaru (Nadariau.com)  – Letak geografis Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia serta Provinsi Aceh yang satu daratan dengan Riau, merupakan salah satu ladang Ganja terbesar di Dunia telah menjadikan Riau sebagai pintu masuk, daerah tujuan penyebaran Narkoba dan juga daerah transit untuk menuju Provinsi – Provinsi lainnya yang ada di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengungkapan sejumlah tindak pidana atau kejahatan umum lainnya di wilayah hukum Polda Riau sejak bulan Mei 2020, diketahui ada 291 orang pelaku tindak pidana yang positif mengkonsumsi Narkoba. Baik itu jenis Ekstasi ataupun Shabu.

Hal ini diketahui karena setiap pelaku Kriminal yg ditangkap dan dilakukan pemeriksaan urine, ternyata lebih dari 90 persen para pelaku kejahatan tersebut, positif mengandung amphetamin/mengkomsumsi narkoba.

Disisi lain, kesadaran masyarakat yang peduli terhadap masalah Narkoba di Riau semakin meningkat, kepedulian tersebut ditunjukkan dengan cara memberikan informasi kepada pihak Kepolisian, tentang adanya penyalahgunaan Narkoba dilingkungan tempat tinggal dan tempat kerja.

Alhasil berkat bantuan dan partisipasi masyarakat sehingga Direktorat Reserse Narkoba bersama jajarannya di satuan kewilayahan, berhasil mengungkap berbagai kasus besar pada beberapa waktu terahir ini.

Sebagaimana yang digelar ini ada sejumlah Narkoba tangkapan dari Polda Riau yang dimusnahkan, secara rinci sebagai berikut, Sabu 35,46 Kg, Ekstasi 585 butir, Ekstasi bentuk serbuk 2385,5 gram dan Ganja 87,6 Kg.

“Dengan berhasilnya jajaran Polda Riau menangkap dan menyita Narkoba di atas. Artinya Polri bisa menyelamatkan para pengguna Narkoba berkisar 271.000 orang,” kata Kapolda Riu Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi SH SIK MSI, Rabu (24/6/2020).

Sementara, pemusnahan ini dilaksanakan setelah beberapa penangkapan yang dilakukan diwilayah RIau. Diharapkan seluruh elemen harus bekerja sama untuk segera menjadaga daerahnya dari peredaran narkoba.

Narkoba sudah menjadi biang penyebab utama kejahatan. Hasil tes urine kepada setiap pelaku kejahatan, 98 persen pelaku positif menggunakan narkoba.

“Saya ingin gelorakan pemberantasan narkoba saat ini adalah tugas kita bersama. Saya mengajak lembaga LAM Riau bersama sama memberantas narkoba. Mari kita bekerja sama untuk memberantas narkoba untuk kemajuan riau. Mari kita bersama bergandeng tangan untuk memberantas narkoba,” ajak Kapolda.

“Terimasih kepada masyarakat dan semua pihak atas dukungan kerjasama dan partisipasinya untuk menghambat lajunya penyalahgunaan narkoba di Provinsi Riau ini,” ucapnya.

Kedepan, lanjut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi semoga dukungan dan partisipasi terus ditingkatkan dengan harapan Provinsi Riau bukan lagi menjadi daerah tujuan ataupun daerah transit peredaran narkoba.

Ditambahkan Kapolda, para tersangka narkoba ini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Untuk diketahui, jumlah tersangka kasus narkoba sejak bulan Mei 2020 ada 291 orang dengan rincian, 277 orang laki-laki dan 14 orang wanita.

Kegiatan pemusnahan narkoba ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau dan pihak LAM Riau serta pihak terkait lainnya. (son)