Pemko Tanjungpinang Rancang Tata Cara Bantu Pekerja yang Dirumahkan

Tanjungpinang (Nadariau.com) – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang bahu membahu dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencari solusi untuk para pekerja yang di rumahkan oleh pihak perusahaan.

Selain Kartu Pra Kerja yang merupakan program pemerintah pusat, Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri mencari alternatif bantuan sosial yang bisa meringankan beban para pekerja yang di rumahkan.

Kepala Disnaker Tanjungpinang, Hamalis mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat via telekonfresi bersama Pemprov Kepri. Acuan pertama dari hasil rapat tersebut adalah, pembagian bantuan paket sembako untuk para pekerja.

“Rancangan pertama adalah pemberian bantuan paket sembako, dan rancangan yang lain berupa pasar sembako murah,” kata Hamalis, Kamis (16/4/2020).

Untuk pendanaan, Hamalis mengatakan Pemko Tanjungpinang akan bergabung dengan Pemprov Kepri.

Untuk diketahui jumlah pekerja yang telah di rumahkan semakin naik. Sebelumnya ada sekitar 897 pekerja yang di rumahkan dan sebagian di PHK. Informasi yang didapat pada hari ini, Kamis (16/4/2020), Hamalis mengatakan jumlahnya telah mencapai 1.307.

“Sekarang jumlahnya 1.307 dan jumlah perusahaan yang melakukan PHK sebanyak 34 perusahaan,” terang Hamalis.

Dari 1.307 tersebut, kata dia, yang di PHK sebanyak 69 orang dan yang di rumahkan sebanyak 1.238 orang.

“Kita mengimbau bagi yang PHK wajib memberikan pesangon yang telah disepakati bersama pekerja. Sedangkan yang di rumahkan jika memang tidak bergaji dapat melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk dicarikan solusinya,” tutur Hamalis. (rud/Diskominfo)