Pekanbaru (Nadariau.com)- Covid-19 menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat yang ada di dunia begitupun di Indonesia, terkhususnya kabupaten kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Sampai saat ini data yang telah dipublikasikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti belum ada yang positif terkena virus mematikan tersebut. Meskipun demikian kita inginkan seluruh element harus terus mengawal dan sama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19, apalagi kita tahu banyak masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang bekerja di negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Dampak yang terjadi akibat virus Corona cukup besar mulai dari dibidang pendidikan,sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya. Yang cukup miris sekarang ini adalah dibidang ekonomi, banyak masyarakat yang tidak bisa bekerja akibat virus ini seperti pekerja harian, tukang becak dan pedagang-pedagang yang sepi pengunjung akibat virus ini.
Mahasiswa Meranti yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Meranti (IPMK2M), Selasa (7/4/2020), meminta kepada stakeholder terkhusus perusahaan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti betul-betul maksimal turun membantu permasalahan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Selanjutnya seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan agar maksimal membantu masyarakat kabupaten Kepulauan Meranti terkhusus dari segi ekonomi.
“Sekarang kita butuh kerja nyata dari seluruh stakeholder dan mari sama-sama membahu untuk menangani permasalahan akibat virus Corona,” ungkap Ketua IPMK2M, Guntur Yurfandi kepada Nadariau.com.
Hal ini ditambahkan Wakil Ketua Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Kepulauan Meranti, Syahrizal setelah berdiskusi bersama salah satu warga Rangsang Pesisir.
Disampaikannya terkait masalah ekonomi akibat virus Corona ini sangat menyedihkan karena bayak masyarakat yang mengeluh akibat kebijakan pemerintah yang menutup semue akses seperti pelabuhan sehingga masyarakat sulit mencari nafkah untuk keluarga di rumah.
Ditegaskannya agar setiap perusahaan yang ada di Meranti untuk tidak tinggal diam dengan masalah ini. (DW)


