Panen di Kawasan Padi Pulau Mendol Amankan Kebutuhan Beras Pelalawan 3 Bulan kedepan

Pelalawan (Nadariau.com) – Ditengah dera bencana Non Alam Corona Virus Desease (Covid 19), Pemda Kabupaten Pelalawan mengambil sikap tegas dengan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak banyak beraktifitas diluar rumah dan melakukan Sosial Distancing atau jarak sosial guna mencegah penyebaran virus corona.

Terkait dengan penanganan virus corona ini yang dibawah koordinasi gugus tugas Covid19 Pelalawan, DKPTPH Pelalawan memastikan bahwa ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Negeri Seiya Sekata ini aman sampai 3 bulan kedepan.

Dijelaskan Syahfalefi, ketersediaan beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama 3 bulan itu berasal dari hasil panen padi di Kecamatan Kuala Kampar musim panen Januari sampai Maret 2020 dengan persawahan seluas 5.807 Ha di kecamatan terluar Pelalawan itu.

Diperkirakan rata-rata produksi 4 ton Gabah Kering Giling (GKG) perhektar, maka musim panen tiga bulan terakhir akan menghasilkan 23.228 ton GKG imbuhnya.

“Namun jika gabah itu dikonversi menjadi beras 23.228 ton GKG akan menghasilkan 14.798Ton beras permusim tanam.
Dengan 23.228 ton gabah dihasilkan dengan 63,71 persen, ini rumusnya konversi gabah keberas maka kita dapat beras sebanyak 14.798 ton,” kata Syahfalefi, Jumat (3/4/2020).

Menilik kebutuhan beras di Pelalawan sebesar 107,5 Kg perkapita (perorang) dikalikan dengan jumlah penduduk Pelalawan saat ini sebesar 843.622 orang dibagi seribu maka kebutuhan beras sebesar 51.989 ton/kapita/tahun 51.989 ton itu kebutuhan beras 1 tahun.

Jika dibagikan perbulannya ya tinggal dibagikan saja 51.989 ton itu dengan 12 bulan hasilnya sekitar 4.332 ton perkapita perbulan.

Atas dasar itulah, kadis KTPTH Pelalawan ini yakin akan kebutuhan beras untuk 3 bulan kedepan aman, terutama dalam menghadapi bencana darurat non alam Covid.19.

Dengan produksi 14.798 ton Gabah Giling Kering (GGK) atau beras yg tersedia dan dengan kebutuhan 4.332 ton perbulan, angka ketersediaan itu menunjukkan Pelalawan aman untuk 3 bulan kedepan.

Untuk itu Syahfalefi mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi keadaan saat ini, ditengah penanganan penyebaran Covid 19 apalagi kekhawatiran yang berlebihan akan kekurangan persediaan beras.

“Tidak perlu panik atau melakukan aksi borong beras pasar untuk menimbunnya dirumah. Kita harapkan masyarakat tetap tenang ikuti arahan bupati, belanja saja sesuai kebutuhan, tidak perlu khawatir beras langkah, semua aman terkendali sampai siap lebaran,” jelasnya. (liaz)