Pekanbaru (Nadariau.com) – Sekitar 9000 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) akan diperiksa terkait wabah virus corona (Covid-19). Pemeriksaan dilakukan satu persatu.
Rektor Umri Dr Mubarak MSi menegaskan, seluruh mahasiswa harus terbebas dari ancaman virus corona. Jika ada terinfeksi maka akan segera diisolasi melalui petuugas medis. Agar virus yang dibawa tidak menular kepada mahasiswa lain.
“Bukan mahasiswa saja, tetapi seluruh dosen dan pegawai juga akan diperiksa satu persatu. Sehingga kita benar benar berada zona aman ancaman virus corona,” kata Mubarak melalui konferensi pers di kampus Utama Umri, Pekanbaru, Senin (16/3/2020).
Sekarang, guna menindaklanjuti himbauan pemerintah terkait pemutus mata rantai pencegahan corona, maka seluruh kegiatan di kampus ditiadakan. Seluruh mahasiswa dan dosen akan dirumahkan mulai tanggal 17 sampai 31 Maret.
Untuk proses belajar mengajar akan dilakukan melalui sistem jarak jauh (Online). Dimana, Umri telah membangun 4 aplikasi terbaru, yakni Sipatu online, Sijamu online, Siratu Online dan Silat Online.
Meski dilakukan dalam sistim online, namun kualitas penjamin mutu masih tetap terjaga. Intinya, kampus memindahkan semua kegiatan akademis ke rumah masing-masing. Bagi dosen atau mahasiswa keluar kota akan ketahuan melalui mesin pelacak Umri.
“Sekarang kita bukan libur. Tetapi dalam masa karantina dirumah atau di kos masing – masing. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujar Mubarak, yang didampingi Wakil Rektor dan sembilan orang dekan.
Kemudian Mubarak menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dosen dan mahasiswa akan dilaksanakan pada hari pertama masuk kampus, pasca libur. Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh dan alat pembantu lainnya.
Bagi dosen dan mahasiswa sehat, akan dipersilahkan masuk kampus untuk mengikuti proses perkuliahan. Bagi yang tidak sehat akan diisolasi.
Selanjutnya, bagi mahasiswa didalam kampus, dianjurkan menggunakan hand sanitizer (Cairan semprot pembunuh kuman). Sementara hand sanitizer diciptakan sendiri oleh mahasiswa Fakultas MIPA.
“Hand sanitizer ini dipergunakan untuk interen kampus, karena belum memiliki ijin edar dari BPPOM Riau. Diharapkan, pasca libur nanti seluruh dosen dan mahasiswa dalam keadaan sehat tanpa terinfeksi wabah virus corona,” harap Mubarak. (ind)


