Neonatal Abstinence Syndrome : Bayi Dengan Positif Narkoba

“Zat narkoba yang dikonsumsi oleh Ibu hamil yang termakan oleh bayi melalui plasenta selama masa kehamilan atau pada ASI saat menyusui mengakibatkan Ibu seorang pecandu maupun mantan pecandu narkoba, memiliki resiko besar bayi terlahir positif narkoba”.

Pendahuluan

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotoprika, dan Bahan Adiktif Berbahaya lainnya yang dimasukkan kedalam tubuh manusia, baik secara oral, diminum, dihirup, maupun disuntikkan. Narkoba berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi-sintesis, yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan atau perubahan kesadaran dan menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik maupun psikologis .

Hal yang mengejutkan dan masih belum banyak diketahui adalah bahwa bayi atau janin juga dapat terindikasi sebagai pecandu narkoba, atau positif narkoba, apabila Ibu dari bayi tersebut merupakan pengguna narkoba, atau “pernah” menggunakan narkoba.

NAS adalah suatu kondisi dimana bayi atau janin terdeteksi positif pengguna narkoba . Sama seperti orang dewasa, efek yang dipaparkan narkoba kepada bayi juga memiliki resiko-resiko.

Seperti: kecanduan, cacat, hingga meninggal. Akan tetapi efek pada bayi akan lebih buruk dibandingkan pada orang dewasa, tentunya hal ini dikarenakan kondisi tubuh bayi/ janin yang masih belum sempurna.

Pada janin didalam kandungan, paparan zat adiktif diperoleh melalui plasenta yang menjadi saluran makannya, sedangkan pada bayi, paparan zat adiktif diperoleh melalui ASI ketika Ibu menyusui bayinya.

Hal yang perlu diketahui adalah NAS dapat menimpa bayi atau janin, tidak saja dari Ibu yang masih aktif menggunakan narkoba, namun juga dari Ibu mantan pengguna narkoba.

Bagaimana Bayi bisa Terkena NAS?

Dibeberapa negara yang sudah sensitif terhadap NAS seperti Amerika dan Inggris telah menyediakan deteksi dini, hingga metode pencegahan bayi terlahir dengan NAS.

Pasangan yang akan atau sedang hamil akan diberikan sejumlah pertanyaan, berikut pemeriksaan medis untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang masih tertinggal didalam badannya sehingga dapat berpengaruh kepada janin.

Beberapa pencegahan diantaranya adalah dengan memberikan obat-obatan tertentu pada masa kehamilan, sehingga janin terlindung dari paparan zat adiktif didalam tubuh Ibu, dan melarang Ibu memberikan ASI kepada bayi.

Pada dasarnya semua jenis obat-obatan yang dilarang adalah berbahaya untuk dikonsumsi, terutama untuk Ibu hamil. Namun dalam beberapa riset lanjutan menyebutkan beberapa obat tergolong dalam jenis yang berbahaya bagi tubuh dan sulit terurai sehingga dapat mengendap pada tubuh pengguna untuk waktu yang sangat lama.

Obat-obat jenis ini dimasukkan dalam kategori Opioids yang berarti meski si pengguna telah berhenti menggunakan obat-obatan tersebut, resiko nya tetap ada hingga jangka waktu yang panjang.

Obat-obatan opioids yang dimaksud adalah :

– Ganja;
– Kokain;
– Hydrocodone(Vicodin) sejenis tramadol, dan codeine;
– Methamphetamine (Shabu)
– Oxycodone (Oxycontin), dan;
– Buprenorphine sejenis opiat, metadon, heroin, dan putaw (heroin)

Rokok telah lama diketahui membawa zat nikotin yang bertahan pada tubuh perokok meski si perokok telah berhenti menjadi perokok.

Sehingga, anak dengan orangtua perokok memiliki kecenderungan kuat menyukai rokok dibandingkan anak dengan orangtua yang bukan perokok, hal ini dikarenakan oleh zat nikotin yang terbawa pada tubuh anak sejak masih didalam kandungan.

Alkohol juga diketahui memiliki efek signifikan yang serupa, yaitu membawa zat-zat tertentu pada gen sehingga mempengaruhi genetik janin dan bayi.

Keduanya, rokok maupun alkohol, memiliki resiko terhadap calon anak terlahir cacat pada bagian kepala, wajah, bibir sumbing, jantung, dan cacat intelektual yang baru akan terlihat ketika dia bertumbuh besar atau telah dilakukan sejumlah tes.

Akan tetapi belum banyak yang mengetahui resiko NAS bagi calon anak dari pengguna atau mantan pengguna narkoba.

Bagaimana Ciri Bayi Positif NAS (Positif Narkoba)?

Ciri akan berbeda pada setiap bayi, dan umumnya baru tampak pada bayi usia 3 hari (72 jam) setelah kelahiran, dan beberapa yang lain baru ditemukan pada bayi usia 1 – 6 bulan.

Berat atau ringannya bayi dengan NAS tergantung kepada seberapa banyak tubuh Ibu atau Ayah terkontaminasi oleh zat adiktif, apakah si Ibu masih melakukan kebiasaan mengkonsumsi narkoba menjelang hari lahir bayi? Atau apakah Ibu mengkonsumsi narkoba ketika masa menyusui ASI?.

– Tubuh bergetar (tremor), kejang-kejang, refleks yang terlalu aktif berkedut, dan tonus otot sering mengencang;

– Rewel, menangis berlebihan, atau dengan nada yang tinggi;

– Nafsu makan yang buruk, sering menghisap jari-jari secara berlebihan, penambahan berat badan yang lamban;

– Masalah pernafasan, termasuk bernafas dengan sangat cepat;

– Demam, kulit berkeringat, noda kehitam-hitaman disekujur tubuh;

– Sulit tidur dan banyak menguap;
– Diare atau muntah;
– Hidung tersumbat atau bersin;

– Berat badan lahir rendah (kurang dari 5 pon, 8 ons)
– Jaundice (kuning) akibat organ hati bayi tidak sepenuhnya berkembang/ bekerja;

– Kematian bayi dibawah usia 1 tahun secara mendadak biasanya ketika tidur (biasa disebut SIDS);

– Keterlambatan perkembangan (misalnya terlambat duduk, berjalan, bicara, keterampilan sosial, keterampilan berpikir);

– Masalah motorik (tulang, otot, dan gerakan bayi);
– Infeksi telinga;
– Masalah penglihatan;
– Hiperaktif
– Pertumbuhan intra – uterin yang buruk;
– Suhu badan tidak stabil; dan
– Bagi Ibu hamil sangat rentan keguguran diusia kandungan 4-6 bulan;

Dampak NAS terhadap Janin atau Bayi

Beberapa obat-obatan yang masuk dalam kategori Opioids memiliki dampak tersendiri terhadap bayi atau janin nya yang terinfeksi NAS, diantaranya :

– Heroin dan opium membuat resiko janin lemah terutama di usia 4 – 6 bulan, dan bayi kejang;

– Kokain dapat meningkatkan resiko bayi cacat lahir, lambatnya pertumbuhan janin, saluran kemih dan jantung bayi akan lebih rentan dan lemah dengan beragam penyakit, stroke pada janin yang belum lahir.

Jikapun bisa selamat lahir ke dunia; si bayi akan mengalami kerusakan pada otaknya, IQ yang rendah, bahkan meninggal;

– Metamphetamine seperti sabu bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan bayi rendah, bayi yang mudah tersinggung, dan sulit makan.

– Ganja dikaitkan dengan resiko bayi dengan berat lahir rendah, keterlambatan tumbuh kembang, prematur dengan berat lahir bayi rendah, susah makan. Gejala yang muncul biasanya dimulai dalam satu hingga dua hari setelah kelahiran, namun akan terlihat jelas dalam satu minggu setelahnya.

Selain dampak khusus tersebut diatas, kondisi janin dan bayi yang masih lemah dan belum sempurna, NAS memang sangat berbahaya, terutama akan menyerang organ, bayi terlahir dengan cacat organ, seperti cacat jantung, paru-paru, hingga meninggal.

Apabila anda belum atau akan mengkonsumsi narkoba sebaiknya Think before You Drugs! Narkoba adalah Lingkaran Setan, Menciptakan Ketagihan, dan Menghancurkan Hidup anda dan Keluarga Anda. Mari Ciptakan Bumi Bersih Tanpa Narkoba.

#longtermdrugseffect #prenatalplan #momdrugs #parentsdrugs

Referensi:
Pengertian Narkoba dan Bahaya Narkoba bagi Kesehatan, diakses dari Website Resmi BNN: (https://bnn.go.id/pengertian-narkoba-dan-bahaya-narkoba-bagi-kesehatan/), pada 15 Januari 2020

Neonatal Abstinence Syndrome (NAS), diakses dari: (https://www.marchofdimes.org/complications/neonatal-abstinence-syndrome-(nas).aspx), pada 15 Januari 2020

Neonatal Abstinence Syndrome, diakses dari: (https://medlineplus.gov/ency/article/007313.htm), pada 15 Januari 2020

Neonatal Abstinence Syndrome, diakses dari: (https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=neonatal-abstinence-syndrome-90-P02387), pada 15 Januari 2020

Penulis: Hendrini Renolafitri SIP MA (Penyuluh BNNP Riau)