Pekanbaru (Nadariau.com) – Kedatanga Presiden RI Jokowi ke Bumi Lancang Kuning merupakan kesempatan baik bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.
Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto mengatakan, diantara kegiatan Jokowi ke Riau yaitu untuk meresmikan Tol Pekanbaru-Dumai, bahas Karhutla dan lainnya.
Selama ini, Provinsi Riau sebagai daerah penyumbang terbesar secara Nasional untuk APBN.
“Sementara timbal balik ‘kue’ APBN yang didapat dari pusat tidak seimbang atau jauh dari apa yang diharapkan. Bahkan disamakan dengan daerah lain yang ada di Indonesia yang tidak sebagai penghasil,” kata Hardianto, Kamis (20/2/2020).
Pada kesempatan ini, masyarakat harus bisa menyampaikan hak Riau yang selama ini tidak didapat. Hal ini mengingat berapa besar kekayaan Riau yang diambil pusat.
Lebih jauh disampaikan oleh politisi Gerindra ini, apalagi Riau untuk saat ini sebagaimana yang disuarakan oleh pemuka dan masyarakat Riau sedang berupaya bagai mana ‘kue’ pusat itu banyak ke Riau.
Untuk itu kedatangan ini harus dimanfaatkan bagaimana menyuarakan hak ini bisa terwujud.
“Ini wajar, karena sumbangsih kita sangat besar,” katanya lagi.
Ditambahkan juga, dirinya juga minta pada pemerintah pusat terutama Presiden RI selaku pengelola keuangan negara atau APBN untuk membuka mata dan hati mau memberi apa yang sudah menjadi hak Riau ini.
“Ini maaf memang agak keras kita dalam masalah ini. Karena memang kita terzolimi,” tambahnya lagi.
Diketahui Jokowi telah tiba di Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru. Orang nomor nomor satu di Indonesia ini menggunakan pesawat RI 1, mendarat tepat pukul 17.37 WIB.
Kedatangan Jokowi ke Bumi Lancang Kuning ini, langsung disambut Gubernur Riau H Syamsuar, para menteri, Danrem 031/WB dan Kapolda Riau. (ind)


