Pascasarjana Unilak Luncurkan Konsentrasi Hukum Kesehatan untuk Calon Mahasiswa Magister

Pekanbaru (Nadariau.com) – Langkah cepat Pascasarjana Universitas Lancang Kuning untuk meluncurkan Konsentrasi Hukum Kesehatan terus dilakukan, dalam tempo tiga hari (20-22/01), Pascasarjana mematangkan persiapan untuk menyambut mahasiswa baru magister hukum kesehatan.

Dimulai sejak Senin lalu, telah dilakukan workshop kurikulum magister hukum kesehatan, dengan mengundang Ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan, Dr M Nasser SPk KK LLM.

Kemudian hari Selasa malam, melakukan MoU dengan pengurus IDI Riau dalam rangka memfasilitasi para pengurus IDI dan dokter untuk kuliah di magister hukum kesehatan dan yang terbaru, melakukan MoA (Memoroundum of Agreement).

Pelaksanaan MoA langsung dilakukan oleh direktur Pascasarjana Unilak Prof Dr Sudi Fahmi SH MH dan ketua IDI Riau Dr Zul Asdi.

Turut hadir wakil rektor III Dr Bagio Kadaryanto, Kaprodi MH Dr Ardiansah SH MAg MH dan jajaran pengurus IDI Riau dan cabang, diruang pertemuan RS Awal Bros.

Pelaksanaan MoA ini terlaksana merupakan langka maju atas telah ditandatangani MoU.

Menurut direktur Pascasarjana, melalui Kaprodi Magister Hukum Unilak Dr Ardiansah SH MAg MH, program ini merupakan langkah maju yang dilakukan oleh Pascasarjana dan IDI Riau.

Nanti, para dokter dari IDI akan kuliah dengan mengambil Konsentrasi Hukum Kesehatan. Tentunya IDI akan mensosialisasikan MOA ini kepada para dokter dan anggotanya.

Selain itu untuk tenaga pengajar, Unilak telah menentukan dan menseleksi para pakar pakar hukum kesehatan yang materi kurikulumnya telah sesuai dengan standar.

Kemudian dalam pelaksanaannya banyak dibantu oleh ketua asosiasi dosen hukum kesehatan Indonesia (Dr M Nassir).

“Kami mengimbau para dokter, praktisi kesehatan dan masyarakat luas untuk dapat memanfaatkan kerjasama ini dengan mengambil magister hukum kesehatan di Unilak,” kata Dr Ardiansah, Sabtu (25/01/2020).

Sementara itu ketua IDI Riau Dr Zul Asdi mengatakan, IDI menyambut baik terlaksana MoA. Karena saat ini para dokter juga harus mengetahui dan memahami tentang hukum kesehatan.

Dengan adanya kerjasama ini, dilatarbelakangi adanya dorongan sejak lama dari dokter dokter yang ingin belajar hukum kesehatan, kedepan para dokter bisa memahami tentang hukum.

“Dengan jumlah anggota IDI 3500 orang, pengurus akan mendorong, mensosialisasikan, para dokter dapat kuliah di Unilak. Dan berharap kerjasama ini akan terus berlanjut,” ujar Dr Zul Asdi. (wid)