Pekanbaru (Nadariau.com) – Mahasiswa yang tergabung kedalam aliansi mahasiswa Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) melakukan aksi demo di Kantor Bank Riau Kepri Pusat di Jalan Sudirman Pekanbaru Selasa (21/1/2020).
Permasalahan yang diangkat oleh mahasiswa dari aliansi Gerak ini yaitu dugaan permainan proyek fiktif Iklan Gerbata di Bandara SSK II
dan kredit fiktif yang terjadi di Capem Bank Riau Kepri Dalu Dalu.
Oleh sebab itu, Korlap Gerak Usi Sudarsah dalam orasinya meminta Manajemen Bank Riau Kepri untuk segera menindak lanjuti kepada penegak hukum dugaan proyek fiktif Iklan Gerbata di Bandara SSK II tahun 2016 lalu.
“Nilai proyek ini sangat tinggi yaitu sebesar Rp1,7 miliar,” kata Usi.
Kemudian, dugaan kasus kredit fiktif di Bank Riau Kepri Capem Dalu Dalu, yang mencapai ratusan miliar rupiah.
Namun kasus ini belum dilaporkan Bank Riau Kepri secara tuntas kepada penegak hukum. Dimana kridit fiktif tersebut diduga sebesar Rp170 miliar lebih.
Namun saat ini yang sudah diproses hukum baru sebesar Rp32 miliar lebih. Sementara sisanya belum pernah dimunculkan dan/atau seperti dihilangkan.
“Bank Riau Kepri terkesan menutupi dugaan kredit fiktif tersebut, dengan mengeluarkan cesie dengan no 32/PP.01/PKB/ND/2016 yang ditanda tangani direktur utama,” tegas Usi.
Setelah usai berorasi mahasiswa disambut oleh Staff Bank Riau Kepri Robi mengatakan, akan menyampaikan kepada pimpinan terkait tuntutan mahasiswa ini juga Bank Riau Kepri.
“Atas tuntutan ini nanti pihak Bank Riau Kepri siap melaporkan apa bila di temukan penyelewengan seperti yang disampaikan mahasiswa ini,” kata Robi.
Setelah mendengarkan jawaban dari Staff Bank Riau Kepri, akhirnya mahasiswa melanjutkan aksinya dihalaman kantor Ditkrimsus Polda Riau dengan tuntutan yang sama. (olo)


