Gerhana Matahari Cincin Kembali Muncul Pada 5 Januari 2038

Pekanbaru (Nadariau.com) – Secara umum, gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya.

Untuk memprediksi keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan kedalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros tertentu.

“Gerhana-gerhana pada siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari 8 jam,” kata Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto, Jumat (27/12/2019).

Dua gerhana berdekatan dalam satu siklus Saros yang sama, konfigurasi posisi Matahari, Bulan dan Buminya akan hampir sama.

Karena itu pola peta gerhana global kedua gerhana tersebut akan mirip, meskipun lokasi visibilitas gerhananya berbeda.

Sebagai contoh Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Desember 2019 ini merupakan anggota ke 46 dari 71 anggota pada siklus Saros 132.

Gerhana Matahari sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 14 Desember 2001.

“Adapun gerhana yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 5 Januari 2038,” jelas Bibin. (ind)