Rabu, Mei 6, 2026
BerandaHeadlineMaidrawati: Iuran BPJS Kesehatan Adalah Prioritas Utama

Maidrawati: Iuran BPJS Kesehatan Adalah Prioritas Utama

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dalam hidup ini, kita harus bijaksana dalam mengambil keputusan. Karena, kalau tidak bijak dalam mengambil keputusan tersebut bisa menjadi konyol atau bahkan bisa amburadul dibuatnya.
Terutama dalam hal mengatur ekonomi yang pas-pasan, harus pandai-pandai mensiasatinya terutama urusan keuangan rumah tangga agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi.

Seperti halnya dilakukan Maidrawati (47) warga Jalan Pemuda Gang Seroja Kelurahan Tirta Siak, Kacamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Midra, begitu ia dipanggil, mengaku dalam mengatur keuangan rumah tangganya ia sangat selektif.

Selain untuk kepetingan dapur, yang tak kalah penting baginya adalah pembayaran iuran JKN-KIS. Ia yakin dengan telah memenuhi kewajibannya, otomatis jaminan kesehatan atas dia dan keluarga akan terpenuhi.

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang memiliki tiga anak ini memang sengaja menempatkan pembayaran iuran JKN-KIS menjadi hal yang utama. Alasannya sederhana, karena dengan dibayarkannya iuran BPJS Kesehatan, apabila ada anggota keluarga yang sakit, tinggal berangkat pergi saja tanpa memikirkan biaya dan persiapan lainnya.

“Bagi saya dan suami iuran BPJS Kesehatan adalah prioritas utama. Karena, kalau namanya sakit, tak dapat diduga kapan datangnya. Apalagi sampai dirawat ditambah lagi biaya operasi. Biayanya pasti sampai puluhan juta, kalau tidak ada uang bisa-bisa rumah yang ditempati tergadai. Paling-paling hanya dapat Rp10juta. Karena sekarang ini biaya berobat kan mahal. Belum lagi keperluan lainnya,” ujarnya yang sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2016 di kelas II.

Menurut Maidra, keluarganya yang menggunakan jaminan kesehatan dengan taat membayar iuran pun bukannya tak percaya atau dengan jaminan Tuhan Yang Maha Esa kalau dirinya sakit yang akan menyembuhkan Tuhan juga. Tetapi sebagai manusia tentu kita harus berusaha.

“Setidaknya sebagai manusia kita perlu jaga-jagalah. Ibarat kata pepatah. Sedia payung sebelum hujan. Kalau kita tidak sakit atau tidak pernah menggunakan ya ngga apa-apa, Alhamdulillah. Anggap saja kita bersedekah untuk membantu saudara kita yang sedang sakit,” katanya Maidra.

Tentang penghasilan suami untuk menghidupkan keluarga, hidup pas-pasan, cukuplah untuk keperluan biaya dapur dan biaya sekolah anaknya. Dan itu pun terkadang tidak mencukupi. Tetapi untunglah anaknya paling sulung sudah mandiri dan bekerja di Kalimantan yang mengirimkan uang yang diperuntukan untuk bayar iuran JKN-KIS.

“Memang anak saya di Kalimantan rutin mengirimkan uang setiap bulan. Dia sering pesan itu, uang yang dikirim itu diutamakan bayar iuran BPJS Kesehatan. Alasannya, kalau mak atau bapaknya sakit kan tak perlu hutang kesana kemari tetapi cukup suruh diantar orang lain ke rumah sakit, pasti akan dilayani oleh perawat atau dokter di rumah sakit tersebut,” ungkapnya.

Apalagi usianya menjelang kepala 50-an, yang nama penyakit pasti sulit dihindari, apakah itu dirinya, suaminya maupun anak-anaknya. Namun saat ini anggota keluarga masih sehat-sehat saja.

”Alhamdulillah saya dan suami serta anak-anak sehat-sehat saja dan jarang menggunakan BPJS Kesehatan atau masuk rumah sakit. Kalau pun menggunakannya, hanya sampai tingkat Fasilitas Kesehatan Tingka Pertama (FKTP), tetapi bisa saja suatu saat nanti anggota keluarganya jatuh sakit sampai dirawat beberapa hari,” papar Maidra. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer