Pekanbaru (Nadariau.com) – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak), Ir Emy Sadjati MSi, hadir dalam konferensi para pihak ke 25, konvensi kerangka kerja perubahan iklim (COP 25 UNFCCC).
Berbagai lembaga, LSM, akademisi, pejabat berkumpul di Madrid 6-13 Desember. Pertemuan ini diberi nama pavilion Indonesia cop 25 unfccc (United Nations Framework Convention on Climate Change/Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Dalam surat undangan ke pada Emy, dijelaskan pavilion Indonesia cop 25 unfccc merupakan upaya soft diplomasi dan komunikasi delegasi RI, kepada 197 anggota UNFCCC mengenai program perubahan iklim di Indonesia.
Tujuannya adalah mempromosikan keberhasilan mengenai kebijakan program dan aksi nyata kegiatan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Baik yang dilakukan pemerintah, LSM, swasta, akademisi, pemuda dan masyarakat pada umumnya.
Berbagi informasi tentang mitigasi, adaptasi dan pendanaan perubahan iklim dan pasar karbon, peningkatan kapasitas, alih teknologi ataupun kegiatan pendukung lainnya yang mendukung.
Kemudian meningkatkan jejaring kerja sama terkait program pengendalian perubahan iklim dengan kalangan internasional.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp saat akan presentasi di Madrid, Emy menjelaskan, rangkaian kegiatan selama di Spanyol berupa talkshow, pameran, pertunjukan seni, budaya dan diskusi formal.
Di Madrid Ia berperan sebagai penanggap terkait ethnic comunity and property right dan agroforestri (komunitas etnis dan hak properti dan agroforestri).
Rangkaian konvensi itu ada 4 hal yang akan disampaikan. Pertama yaitu untuk pemberdayaan masyarakat untuk aksi perubahan iklim.
Kedua, peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam rangka aksi perubahan iklim. Ketiga, kelompok tani Hutan Dayak misik, melakukan perjuangan untuk keadilan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup di hutan kalimantan tengah.
Dan terakhir membangun perubahan iklim sebuah pelajaran dari suku dayak di Kalteng.
“Tentunya dengan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi saya dan juga kampus Unilak. Saat saya presentasi para peserta dari negara lain memberikan respon yang baik dan antusias,” ujar Emy. (wid)


