Budaya Sebagai Identitas Bangsa

Cut Tasri Mirnalisa

oleh: Cut Tasri Mirnalisa

Indonesia memiliki budaya yang beranekaragam yang merupakan sebagai indentitas bagi setiap orang maupun masyarakat bahkan juga disebut sebagai identitas bangsa. Mengapa? Beberapa orang dari penduduk Indonesia, bahwa mereka tidak tahu mengenai budaya yang disebut sebagai identitas bangsa. Sangat awam jika membahas dari aspek budaya merupakan identitas.

Budaya bisa didefinisikan secara luas yaitu adat istiadat atau kebiasaan yang dilakukan baik itu dalam sehari-hari ataupun kebiasaan dari sejak zaman dahulu sampai sekarang. Indonesia sangat kaya akan budaya, kita sebagai kaum milenial tentunya perlu melestarikan budaya yang ada bukan hanya sekedar  kepada diri sendiri ataupun dalam masyarakat tapi dalam tingkat international.

Saya sebagai mahasiswa asal Aceh yang menempuh studi di Malaysia harus menjunjung tinggi budaya Indonesia ketika saat berada di negara jiran tersebut. Dan harus membawa nilai-nilai moral dalam budaya di mata masyarakat Melayu maupun dunia. Saya pernah punya pengalaman ketika saya dikampus. Seorang dosen dari Malaysia, beliau mengatakan bahwa Indonesia sangat bagus, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam negaranya.

Saya sangat bangga ketika itu, tentunya aku senang menjadi warga negara Indonesia sekaligus bangga. bisa mengatakan “bahwa aku bangga menjadi bangsa Indonesia” yang tidak pernah lupa dengan budaya dan nilai-nilai kebaikan yang dibawa kemana pun kita berada.

 Budaya Literasi yang Masih Lemah

 Indonesia merupakan kaya dari berbagai dimensi, salah satunya adalah budaya. Indonesia sangat kental akan budaya. Keanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan sebuah aset yang tak ternilai harganya, sebagai bangsa Indonesia kita harus mempertahankan. Banyak budaya daerah yang mungkin masyarakat Indonesia tidak mengetahuinya seperti Rumah Adat, Pakaian Adat, Tarian Daerah dan terutamanya bahasa bahkan kerjasama dalam negara ASEAN menarik Indonesia lebih melestarikan lagi budaya dalam negeri sendiri seperti Festival Budaya ASEAN (FBA) pada tahun 2013 di Kota Purwakara, Jawa Barat, tanggal 29 Juni 2013. Kegiatan ini diikuti oleh sembilan negara, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thainland, Nyammar, Laos, Vietnam dan tuan rumah Indonesia.

Indonesia begitu kaya akan keanekaragaman, mulai dari agama, suku, etnis, bahasa dan dan masih banyak lagi yang dari setiap wilayah ke wilayah lainnya berbeda adat istiadatnya. Budaya Indonesia menjadi pusat perhatian bukan hanya dari negara ASEAN saja bahkan dunia. Dengan keanekaragamannya sehingga menarik perhatian dunia dan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Kebudayaan Indonesia sudah diakui oleh UNESCO. Seperti batik, Seni musik bahkan sastra, tarian dan lainnya.

Namun Indonesia kurang akan budaya literasi, karena belum dianggap suatu hal yang penting di Indonesia. Budaya bukan hanya sekedar dari nenek moyang saja, namun juga ada yang dipupuk dan dimulai dari diri sendiri. Contohnya budaya literasi itu sendiri. Sangat disayangkan minat membaca dan menulis sangat dikhawatirkan.

Padahal membaca itu jendela dunia yang dekat dengan buku dan sastra. Indonesia belum bisa melestarikan budaya lokal dengan sepernuhnya. Budaya literasi merupakan kebiasan yang dilakukan setiap hari baik itu disekolah dan dimanapun kita berada. Saat ini Indonesia tertinggal dari budaya literasi minat membaca anak-anak yang kurang sehingga budaya literasi tidak begitu terkenal. Kita sebagai kaum milenial mari memberikan contoh maupun tindakan-tindakan yang perlu kita lakukan untuk mengajak masyarakat Indonesia terus menanamkan kepada mereka minat membaca dan membangun karya.

Aku sebagai mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan di Malaysia, tentunya sudah keawajibanku untuk melestarikan budaya Indonesia terutamanya di Negara tempat aku belajar. Budaya bukannya sekedar adat istiadat tapi juga juga nilai-nilai moral dan yang perlu kita junjung tinggi saat berada negara-negara lain. (Penulis adalah Alumni Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia)