Pelalawan (Nadariau.com) – Jalan Simpang Perak merupakan jalan satu – satunya penyambung Ibu kota Kabupaten Pelalawan menuju Istana Kesultanan Pelalawan yang berada di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan.
Kondisi jalan di Simpang Perak menuju Kelurahan Pelalawan kian berbahaya bagi pengendara kendaraan, terutama saat hujan turun.
Tampak jelas jalan tersebut rusak dan licin akibat hujan beberapa hari terakhir, terlebih jalan merah itu belum di aspal dan banyak pengendara bermotor dan mobil terperosok ke pinggir jalan.
Hal ini dikeluhkan Indra salah satu pengguna jalan mengaku kecewa, dengan pihak pemerintah yang tidak respon terhadap kondisi jalan menuju Kelurahan Pelalawan.
“Setiap hari kita melewati jalan ini. Coba lihat sendiri jalannya masih tanah merah, itupun harus mendaki. Saat kondisi hujan, banyak pengendara terperosok kepinggir jalan,” kata Indra kepada wartawan, Sabtu (27/10/2019).
Sambung Indra, memang ada jalan alternatif RAPP. Namun itu hanya orang-orang tertentu bisa melewatinya, setidaknya mempunyai getpass atau tanda pengenal dari perusahan.
“Kalau warga biasa, pasti tidak akan bisa melewatinya, karena akan di
berhentikan oleh security perusahan tersebut,” ujarnya.
Hal ini juga mendapat tanggapan dari Ketua Kammi Kabupaten Pelalawan, Tauhid Marifatullah SIP. Seharusnya pemerintah daerah secepatnya mengambil kebijakan untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Jangan sampai ada korban jiwa dulu, baru pemerintah merespon,” ujar Tauhid.
Dikatakan Tauhid, Jalan Simpang Perak itu menurut informasi termasuk jalan perbatasan Pelalawan dengan Siak. Sudah belasan tahun sampai hari ini jalan tersebut belum di aspal.
Seharusnya pemerintah itu tugasnya menyelesaikan permasalahan seperti ini, bukan hanya diam. Baik itu pemerintah Siak maupun Pelalawan, harusnya mencarikan solusi untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Bagaimana mau meningkat ekonomi masyarakat, infrastrukturnya saja seperti ini, padahal masyarakat setiap tahun bayar pajak,” pungkasnya. (liaz)


