Jumat, Maret 6, 2026
BerandaHeadlineTekankan Pentingnya Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja dan Keluarga

Tekankan Pentingnya Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja dan Keluarga

Pekanbaru (Nadariau.com) – BPJS Kesehatan melalui Relation Officer Kantor Cabang Pekanbaru, Alfrananda, selalu semangat mendorong pekerja dan buruh untuk semakin sadar akan pentingnya memiliki jaminan sosial, salah satunya jaminan kesehatan sebagai proteksi yang tak hanya melindungi pekerja atau buruh melainkan juga bagi keluarganya masing-masing.

Nanda, begitu ia biasa dipanggil, mengajak puluhan anggota Federasi Konstruksi, Umum, dan Informal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI-KSBSI) Kabupaten Siak yang hadir pada Sosialisasi Jaminan Sosial untuk berpikir lebih jauh jika kondisinya belum ada program Jaminan Kesenahatan Nasional (JKN) atau jika tidak ada program JKN.

“Bisa dibandingkan bapak-bapak, dulu saat belum ada program ini (JKN – red) kemana kita mau berobat dan biayanya yang sewaktu-waktu datang tak terduga. Melalui BPJS Kesehatan, kepastian tujuan berobat dan kepastian biaya bukan menjadi halangan lagi,” ujar Nanda.

Nanda juga memberikan pemahaman dan membagi-bagi kasus yang mungkin dialami oleh pekerja atau buruh, seperti jika saat mereka mengalami cedera saat kerja penjaminannya oleh BPJS Ketenagakerjaan, atau mengalami kecelakaan lalu lintas penjamin pertamanya PT Jada Raharja, dan jika mengalami cedera di luar itu maka penjaminnya BPJS Kesehatan.

“Selain itu program JKN-KIS ini fokusnya untuk menjamin kesehatan dan keselamatan nyawa. Tindakan-tindakan seperti estetika, pengobatan komplementer, cedera akibat hobi membahayakan, hingga akibat bencana itu tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan,” lanjut Nanda.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang FKUI-KSBSI Kabupaten Siak, C. John Pieter, meminta anggotanya untuk jangan sungkan bertanya kepada BPJS Kesehatan terkait segala kendala yang dialami di lapangan.

“Mumpung ada pihak BPJS Kesehatan, maka saya minta jangan sungkan untuk bertanya kepada BPJS Kesehatan. Dan juga kalo bisa kami sekaligus kebijakan dari BPJS Kesehatan atas segala kendala yang kami temui,” pinta Pieter.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi kepada BPJS Kesehatan. Beberapa seputar keluhan seperti pelayanan yang tidak memuaskan di lapangan hingga data-data yang masih bermasalah sehingga menghambat proses penambahan anggota keluarga.

“Jadi bapak-bapak, jadikan BPJS Kesehatan tempat mengadu, sehingga atas keluhan dan kendala yang hadapi bisa kita carikan solusinya,” tutup Nanda.

Per September 2019 jumlah kepesertaan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru yakni 2.061.133 jiwa mencakup Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hulu. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer