Senin, Maret 9, 2026
BerandaHeadlineDPD IMM Riau Kembali Adakan Diskusi Publik Kabut Asap dan Karhutla

DPD IMM Riau Kembali Adakan Diskusi Publik Kabut Asap dan Karhutla

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kabut asap yang diakibatkan Karhutla kembali terjadi di Provinsi Riau. Beberapa minggu belakangan kualitas udara masih dalam kategori tidak sehat.

Bencana kabut asap seakan menjadi agenda tahunan yang terjadi di Provinsi Riau. Pada hari Kamis (22/8) kemarin, BMKG Pekanbaru merilis menunjukan adanya peningkatan titik panas (hotspot) Karhutla.

Pada level confidence 70 persen pukul 07.00 WIB sebaran titik panas mencapai 68 lokasi. Tentu ini jadi pekerjaan rumah besar untuk instansi terkait mengapa hal ini harus berulang-ulang terjadi, yang mana masyarakat Riau terus menjadi korban.

Karena fenomena karhutla dan kabut asap di tahun 2015 merupakan yang terarah dan harus kembali terjadi di tahun 2019 ini. IMM selaku mahasiswa dimana juga sebagai agen of change dan agent of control harus merespon dengan cepat dan tanggap terkait fenomena karhutla yang kembali terjadi ini.

IMM sebagai garda terdepan berniat untuk mengupas tuntas masalah ini lewat diskusi publik.

DPD IMM Riau mengambil Kabupaten Kampar dalam melaksanakan Diskusi Publik ini karena Kampar minim terdapat titik panas (titik panas). Selain itu agar masyarakat Kampar lebih teredukasi dalam hal lingkungan.

Diskusi yang ditaja DPD IMM Riau,ketua Panitia Muhamamd Firdaus dan Sekretaris Panitia Dzil Khoir diadakan di All New TSJ Café,Bangkinang Kota pada Sabtu, 24 Agusuts 2019 dan mengambil tema “Sinergitas Mewujudkan Zero Kebakaran Hutan dan Lahan”.
Adapun beberapa narasumber yang akan mengisi Diskusi Publik ini, diantaranya, Letkol INF. Aidil SIP (Komandan KODIM 0313/KPR), AKBP Andri Ananta Yudhistira SIk MH (Kapolres Kabupaten Kampar), Ir Aliman Makmur MSi PhD (Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar), Dr Elviriadi (Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Riau dan Pakar Lingkungan Hidup Nasional), Syamsir SPd MSi (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar).

Syamsir selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar menyampaikan bahaya bencana kabut asap itu jauh lebih berbahaya dibanding bencana banjir dan lainnya.

“Sebagai Kabupaten tertua di Riau, maka masyarakatnya harus lebih siap mengantisipasi bahaya kabut asap ini,” kata Syamsir, Sabtu (24/08/2019.

Tujuan diadakannya diskusi ini agar semua elemen mulai dari Aparat Kepolisian,TNI, Pemda, OKP, khususnya IMM dan Angkatan Muhammadiyah serta peran masyarakat harus lebih jeli untuk memberantas kebakaran hutan dan lahan.

“Acara Diskusi Publik ini rencananya akan diadakan 2 bulan sekali dengan mengambil tema yang berubah-ubah, mulai dari permasalahan daerah, Provinsi, hingga nasional,” jelas Syamsir. (jay)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer