Minggu, Maret 8, 2026
BerandaHeadlineKota Pekanbaru Mulai Diselimuti Kabut Asap Akibat Karlahut

Kota Pekanbaru Mulai Diselimuti Kabut Asap Akibat Karlahut

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlahut) yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau, pada Selasa pagi, mulai menyelimuti Kota Pekanbaru.

Sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru terlihat diselimuti kabut asap. Meski begitu, aktivitas masyarakat terpantau normal. Beberapa pengendara motor terlihat mulai menggunakan masker.

Berdasarkan pantauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang di Kota Pekanbaru terpantau normal yaitu berkisar 6 ribu meter.
Sementara pada pukul 05.00 WIB, kabut asap terlihat lebih pekat dan terus memudar menjelang siang, namun asap masih terlihat jelas.

Frocester Analisa Cuaca BMKG Satasiun Pekanbaru, Mia Vadila mengatakan, kabut asap yang melanda ibu kota Provinsi Riau pada Selasa pagi itu merupakan kabut asap kiriman dari Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.

Wilayah tersebut telah terbakar sejak sepekan terakhir, Kebakaran yang terjadi di lahan gambut hingga menghasilkan asap tebal itu diperparah dengan arah angin yang mengarah ke Pekanbaru.

Selain di Pekanbaru, kabut asap tebal dampak dari Karhutla sejak Jumat kemarin juga menyelimuti wilayah pesisir Riau seperti Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.

Di Dumai dan Rokan Hilir, kabut asap serupa terjadi hingga hari ini. Bahkan kabut asap dilaporkan telah mencapai wilayah Provinsi lampung.

Pada pagi ini, BMKG melaporkan kabut asap membuat jarak pandang berkisar 5000 meter. Kabut asap disertai debu pembakaran lahan beterbangan mengganggu udara di Pekanbaru.

Salah seorang Warga Pekanbaru, Hendra mengatakan, dalam beberapa hari ini, kabut asap mulai terlihat terutama pada pagi hari, setelah waktu tengah hari asap mulai menipis dan hilang.

Tapi sejak Jumat hingga hari ini kondisinya semakin parah, bahkan jarak pandang mulai terganggu Sinar matahari pada tengah hari seakan sudah sore.

Dalam menanggulangi masalah itu, petugas TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni yang tergabung dalam Satgas terus berupaya menggempur api dengan air.

Pangkalan TNI AU yang menjadi basis Satgas Udara menyiagakan 4 Heli pengebom air berkapasitas 5 ribu liter dan dua pesawat air tractor, AT berkapasitas 3 ribu liter air. (son)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer