Minggu, Maret 8, 2026
BerandaHeadlineAkibat DBD Bocah 6 Tahun Meninggal di Pekanbaru

Akibat DBD Bocah 6 Tahun Meninggal di Pekanbaru

Pekanbaru (Nadariau.com) – Akibat menderita Demam Berdarah Dengue (DBD), seorang anak berumur 6 tahun meninggal dunia di Kota Pekanbaru.

Hingga pekan ke-15 tahun 2019, jumlah penderita terus bertambah. Sekarang Dinas Kesehatan Pekanbaru sudah mencatat ada sebanyak 166 kasus.di Kota Bertuah ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pekanbaru Maisel Fidayesi mengatakan, satu penderita DBD yang meninggal dunia itu merupakan anak usia 6 tahun, warga Kecamatan Sukajadi.

Korban, kata dia, sebelumnya sempat mendapat perawatan medis di salah satu rumah sakit. Namun, korban tak bisa diselamatkan lantaran lambannya penanganan.

“Yang meninggal anak umur 6 tahun, laki-laki. (Korban) terlambat dibawah ke rumah sakit. Sakit sudah 4 hari di rumah, baru dibawa ke RS. Satu hari dirawat kemudian meninggal,” ungkap Maisel, Jumat (19/04/2019).

Dari 166 kasus yang tercatat, terang dia, untuk penderita DBD tertinggi terdapat di Kecamatan Sukajadi sebanyak 28 kasus, disusul Tampan dan Payung Sekaki masing-masing 22 kasus.

Selanjutnya Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 21 kasus, Tenayan Raya 14 kasus, Senapelan 11 kasus, Limapuluh 10 kasus, Rumbai, Sail dan Bukit Raya masing-masing 9 kasus. Kemudian Rumbai Pesisir 7 kasus dan Pekanbaru Kota 4 kasus.

Untuk penderita DBD terbanyak merupakan anak usia 5 sampai 9 tahun berjumlah 43 kasus. Usia 10 hingga 14 tahun 32 kasus.

“Persentase jenis kelamin, kasus DBD banyak menyerang laki-laki, mencapai 52 persen atau 86 kasus dan perempuan 48 persen atau 80 kasus,” urai dia.

Menurut Maisel, pencegahan DBD harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa mengandalkan instansi terkait saja. Adanya upaya masyarakat untuk pencegahannya sangat diperlukan sekali.

“Kami dari Diskes sudah melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kader Puskesmas untuk mengaktifkan satu rumah satu kader Jumantik,” ujar dia.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan 3M Plus dan pemberantasan sarang nyamuk. Ia juga mengungkap, saat ini DBD merupakan penyakit tertinggi di Pekanbaru.

“Karena kondisi cuaca yang ekstrim, DBD termasuk penyakit yang tinggi saat ini. Selain itu, untuk penyakit tidak menular, yang tinggi adalah Hipertensi,” tutup dia. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer