Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaHeadlineKepemimpinan Presiden Mahasiswa Unilak Mungkin akan Terbagi Dua Kubu

Kepemimpinan Presiden Mahasiswa Unilak Mungkin akan Terbagi Dua Kubu

Pekanbaru (Nadariau.com) – Tahun ajaran 2019-2020, kepemimpinan Presiden Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, mungkin akan terbagi dua kubu.

Karena hasil pemilihan presiden mahasiswa yang dilaksanakan mulai tanggal 20-23 Maret 2019 tidak diterima oleh enam fakultas dari sembilan fakultas yang ada.

Samian Ketua Tim Pemenangan pasangan Capresma nomor urut 01, Retno Febrian (Fakultas FKIP) dan Wapresma Sagala Bima Taryady (Fasilkom) menjelaskan, pada periode sekarang pemilihan dimenangkan oleh pasangan Capresma nomor urut 02, Amir Arifin Harahap (Fakultas Hukum) dan Cawapresma Cep Permana Galih (Fekon).

Jumlah suara yang diperoleh oleh nomor urut 01 yaitu 2000 suara dan nomor 02 yakni 2454 suara. Namun dalam pelaksanaan pemilihan Presma Unilak banyak ketimpangan dan kecurangan. Dimana banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pihak 02.

Seperti, melakukan kampanye dimasa tenang. Dosen juga ikut mengkampanyekan Capresma 02 didalam kelas dan lain-lain. Pelanggaran ini sudah disampaikan kepada pihak rektorat dan Badan Pengawas Pemilihan, namun tidak ada respon.

“Atas ada dugaan pemilihan tidak jujur, maka kami dari enam fakultas tetap akan mendukung Presma yang kami tunjuk. Yaitu Retno Febrian dan Wapresma Sagala Bima Taryady,” tegas Samian saat melakukan konfrensi pers kepada media di Kampus FKIP Unilak, Ahad (24/03/2019).

Selain itu, para malam akhir pemilihan, ada beberapa personel polisi berpakai lengkap hadir di tempat pemungutan suara. Padahal mahasiswa sedang melakukan Pemilu.

Dan dalam undang undang, polisi dilarang ikut campur dalam kegiatan interen kampus.

“Kami juga tidak tahu, kenapa kegiatan mahasiswa dikawal oleh polisi. Kami sangat kecewa, karena proses pelaksanaan Pemilu Presma seakan sudah disetting oleh pihak pemenang dari sebelumnya,” keluh Samian.

Retno Febrian yang ditunjuk mahasiswa sebagai Presma mengatakan akan tetap menjalankan kepemerintahannya bersama enam fakultas pendukung.

Retno mengaku tidak akan bersentuhan dengan Presma yang menang dan atau dimenangkan pihak rektorat. Namun pihak Retno tentu tidak akan mengikuti sistem pemerintahan dari kubu sebelah.

“Sampai sekarang kami masih minta keadilan kepada pihak rektorat. Rencana pada hari Senin besok, kami akan melakukan demo di depan kantor Rektorat Unilak. Hal ini merupakan bentuk perjuangan kami untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak rektorat,” kata Retno, didampingi perwakilan organisasi enam fakultas pendukung. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer