Anak Jati Riau, Raja Juli Antoni Kunjungi Datuk di Gedung LAM

Pekanbaru (Nadariau.com) – Anak Jati Provinsi Riau, Raja Juli Antoni menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengunjungi datuk-datuk di Gedung Lembaga Adat Melayu (Lam) Riau, Selasa (12/03/2019).

Kunjungan ini dalam bentuk silaturahmi bersama pemuka adat dan para orang tua yang didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting di Bumi Melayu Riau.

Kedatangan Raja Juli Antoni disambut langsung oleh Ketua Harian LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar, bersama hulu balang dan pemangku adat Melayu.

Kedatangannya pun langsung dipasangkan tanjak oleh Ketua Harian LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar, sebagai bentuk penghormatan LAM Riau terhadap anak Melayu yang sudah berkecimpung dikancah nasional.

“Saya adalah orang asli Riau. Saya berharap, bisa menjadi perpanjangan tangan masyarakat dan Pemerintahan daerah di Riau untuk ke tingkat pusat. Dan tentu saya sangat senang memperjuangkan daerah saya di pusat,” kata Raja Juli Antoni, kepada media disela sela kunjungannya di LAM Riau.

Sekretaris DPW PSI Riau, Infa Wilindaya mengatakan, keluarga besar Raja Juli Antoni masih tetap berdomisili di Riau. Sementara sekarang, beliau balik kampung dan sengaja berkunjung ke rumah besar Melayu di LAM Riau untuk bersilaturahmi dengan para datuk – datuk.

“Diharapkan dengan silaturahmi ini, ada pesan pesan dari datuk untuk disampaikan ke pemerintahan pusat. Sehingga segala urusan dan perkembangan pembangunan di Riau bisa semakin meningkat,” kata Infa.

Sementara Ketua Harian LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar mengaku, para datuk-datuk merasa senang menyambut kedatangan Raja Juli Antoni di LAM Riau. Apalagi beliau merupakan anak jati Melayu, yang sudah berkiprah di kancah nasional.

Dalam diskusi tadi, para datuk menitip beberapa pesan, tentang hal-hal yang strategis untuk diperjuangkan di tingkat pusat.

Diantaranya, pengelolaan Blok Rokan. Kemudian Dana Bagi Hasil (DBH) terkait pengelolaan sawit. Dimana ada tiga juta metrik ton per tahun yang dihasilkan di Riau, baik di ekspor maupun di produksi dalam negeri.

Namun hingga sekarang, tidak ada kejelasan terkait pembagian DBH antara pusat dengan daerah. Jadi selama ini pajaknya diambil semua oleh pusat.

Hal tersebut tentu berbeda dengan DBH Migas. Karena selama ini DBH Migas sudah ada pembagian yang jelas dan tetap berjalan sampai sekarang.

“Diharapkan Raja Juli Antoni bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan strategis ini ditingkat pusat. Sehingga dapat menambah pendapatan Riau kedepan,” katanya. (ind)