DPD SPRMII RIAU Diska Resha: Karhutla Tidak Berkaitan dengan Politik

Bendahara Umum DPD SPRMII RIAU Diska Resha

Pekanbaru (Nadariau.com) – DPD Serikat Pekerja Rumpun Melayu Industri Indonesia (SPRMII) Riau menyayangkan baru baru ini ada pernyataan dari aktivis lingkungan, yang mengatakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau ada aroma politik jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Pemilu 2019.

Menurut Bendahara Umum DPD SPRMII RIAU Diska Resha, sebaiknya Presiden RI Jokowi, bisa melakukan tindakan investigasi dengan tanggap dan cepat untuk kejadian bencana menahun seperti di Provinsi Riau.

“Sehingga bisa dibuktikan kepada masyarakat, bahwa kejadian Karhutla benar-benar kejadian alam. Sehingga tidak terjadi sebuah narasi yang menimbulkan fitnah,” kata Diska, kepada Nadariau.com, Selasa (26/02/2019).

Diketahui Iklim Indonesia khususnya Riau adalah tropis, yang memiliki lahan dan hutan besar. Sebaiknya pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bisa mempersiapkan strategi bagaimana kebakaran di Riau bekurang dan tidak terjadi lagi.

Sekarang bisa dilihat, Karhutla di Riau setiap hari semakin meluas. Imbasnya kini, ribuan masyarakat terpapar asap dan mengalami infeksi pernapasan.

Kabut asap paling parah kini menyelimuti Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Di Kota Dumai, walau sejumlah titik api bisa dipadamkan, asap datangnya dari kebakaran lahan di Bengkalis yang sampai kini api masih membara.

Kondisi ini membuat asap mengepung dua wilayah. Asap telah membuat ribuan masyarakat terpapar dan menimbulkan penyakit.

“Jadi menurut saya, terlalu kolot jika Kejadian Karhutla sampai dikait-kaitkan dengan politik atau Pilpres,” ujar putra Riau ini.

Sebelumnya, ada diberitakan di media dari aktivis lingkungan di Pekanbaru, bahwa kejadian Karhutla di Riau ada aroma politik menjelang Pilpres.
Sementara sejak tiga tahun terakhir, meski ada Karhutla, namun bisa diminimalisir dengan cepat. Namun kenapa sekarang, kejadian Karhutla tersebut sampai meluas dan api tidak bisa dipadamkan. (ind)