KPU Bersama PPS Gelar Rakor Pemutakhiran Data Pemilih

Pekanbaru (Nadariau.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) se- Pekanbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pemutakhiran data pemilih, Kamis (07/02/2019).

Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya agar tidak golput.

Kegiatan yang ditaja di Hotel Grand Central ini dihadiri Ketua KPU Pekanbaru, Yeli Noviza, dan komisioner Abdul Razak Jer, Dedi Iskamto, Arwin serta Mai Andri.

Rakor tersebut lebih memfokuskan pembahasan tentang Penyusunan Daftar Pemilih Khusus (DPK), dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Divisi Data KPU Kota Pekanbaru, Abdul Razak Jer, apabila terdapat masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maka dapat menyampaikan kepada PPS desa/kelurahan yang bersangkutan untuk dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Sedangkan pemilih yang tidak bisa memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) asalnya dan memilih di TPS lain karena alasan tertentu, kuliah misalnya, maka itu bisa dimasukkan ke DPT.

“Sesuai ketentuan pendataan DPK yang dilakukan PPS mulai 27 Desember 2018 hingga 10 April 2019 mendatang. Sementara penyusunan DPTb oleh PPS tahap pertama pada 16 Desember 2018 hingga 15 Februari 2019. Dan penyusunan PPTb tahap kedua dari tanggal 17 Februari hingga 3 Maret. Artinya, saat ini masih ada waktu untuk para PPS merekap pemilih yang belum terdata di DPT,” paparnya.

Dia menambahkan, apa saja yang perlu dibawa oleh si pemilih yang masuk ke DPK. Salah satunya adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, DPK juga hanya bisa menyoblos di TPS tempat dia tinggal.

“Pemilih Dia bawa identitasnya (KTP), dan dia hanya boleh menggunakan hak pilihnya di tempat di mana dia tinggal, dan itu diatur jammya pada jam terakhir pemilihan,” jelasnya.

Sementara Yeli Noviza, pentingnya koordinasi dalam kegiatan pemutakhiran data pemilih.

“Koordinasi tersebut menjadi suatu keharusan. Kami juga mendorong, masyarakat yang memiliki hak suara tidak golput, khususnya di Pekanbaru,” katanya.

Untuk meminimalisir persoalan dilapangan utamanya pada hari ‘H’, sebutnya, maka Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) harus untuk terus berkoordinasi dengan PPS dengan terus meng-update dan memperaharui data pemilih.

Dia berharap, pemilu berjalan lancar, dan pemilih lebih berkualitas termasuk juga dalam penyelenggaraannya. (ind)