Pemko Pekanbaru Segera Asessmen Calon Kepala Sekolah

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan asesmen terhadap calon kepala sekolah.

Pada seleksi calon kepala sekolah, Prof Ilyas Husti ditunjuk menjadi ketua tim panitia seleksi calon kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan tim seleksi calon kepala sekolah terdiri dari 6 orang yang diketuai oleh Prof Dr H Ilyas Husti MA (Direktur Pasca Sarjana UIN Suska Riau) Sekretaris Pansel Drs H Mohd Noer MBs SH MSI MH (Sekdako Pekanbaru).

Dan 4 orang anggota yakni Dr H Sakdanur Nas MPd ( Dosen FKIP UNRI), Dr H Ismardi MAg (Dosen UIN Suska Riau) H Abdul Jamal MPd (Kadisdik Kota Pekanbaru dan Masykur Tarmizi SSTP Msi ( Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru).

Tim akan mulai melakukan seleksi tanggal 26 januari ini. Saat ini jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi kepala sekolah hari terakhir mencapai 320 orang.

“Jumlah ini belum final, sebab panitia masih mengimput berkas calon peserta asesmen hingga batas akhir pendaftaran jumat (18/01) malam,” kata Jamal, Jumat (18/01/2019).

Dalam seleksi asesmen calon kepala sekolah ini, kata Jamal, panitia seleksi akan memberi hasil akhir berupa rekomendasi, apakah yang calon kepala sekolah layak atau tidak layak menjadi kepala sekolah.

Bukan dalam bentuk hasil rangking tetapi hanya rekomendasi yang menyatakan layal atau tidak menjadi kepala sekolah.

“Hasil rekomendasi ini akan kita serahkan ke Walikota Pekanbaru sebagai bahan pertimbangan untuk pengangkatan kepala sekolah,” terang Jamal.

Dalam seleksi ini, sebut Jamal, calon kepala sekolah akan mengikuti beberapa tes mulai dari psikotes, akademik (tes tertulis dan dan pemaparan makalah peserta.

Dalam asesmen kepala sekolah ini, bagi kepala sekolah yang lama akan menjadi bahan evaluasiĀ  apakah masih ditempat lama atau di mutasi.

Sedangkan bagi sekolah yang belum memiliki kepala sekolah, ini yang akan diisi oleh calon kepala sekolah yang baru.

Jadi asesmen bagi sudah menjadi kepala sekolah akan menjadi bahan evaluasi Disdik dalam melakukan mutasi kepala sekolah.

“Sementara yang belum menjadi kepala sekolah akan mengisi beberapa sekolah yang kosong. Saat ini ada beberapa sekolah yang belum memiliki kepala sekolah defenitif,” kata Jamal. (ind)