Pelalawan (Nadariau.com) – Kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Panjaitan di kawasan Teknopolitan Langgam Kabupaten Pelalawan semakin menambah keyakinan Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pelalawan dan Riau akan prospek Kelapa Sawit mengangkat perekonomian.
Karena, kedatangan Menteri itu pada Rabu 16 Januari 2019 kemarin menyatakan dukungan terhadap hilirisasi dan menambah nilai ekonomi Kelapa Sawit.
Serta, menjadikan Kelapa Sawit terintegrasi di Kawasan Teknopolitan dan menyatakan Kelapa Sawit menjadi industri strategis Indonesia.
Di kawasan Teknopolitan sebagai pusat kunjungan yang telah berdiri kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) akan ditambah jurusan Kelapa Sawit dan menjadi kampus Sekolah Tinggi Tehnologi Kelapa Sawit Indonesia (STTKSI).
Hal ini akan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT RI), dan stake holder lainnya.
Dalam kunjugan itu, rombongan Menko Kemaritiman di antaranya Dr Ir Gatot Dwiyanto MEng, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT RI), Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekda Ahmad Hijazi, Bupati Pelalawan HM Harris, Bupati Rokan Hulu H Sukiman, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan HM Rais, MAg, Kejari Pelalawan Tety Syam, SH MH, Kepala PN Pelalawan Nelson Angkat SH MH, Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, SIK dan Sekda Pelalawan T Muhklis.
Selain itu hadir pula OPD Pemkab Pelalawan, para Camat, ormas, paguyuban, petani, Tokoh Masyarakat, Pemuda, perwakilan Perusahaan serta ribuan masyarakat.
Bupati Pelalawan HM Harris menyampaikan realitas yang ada di Kabupaten Pelalawan serta berbagai tantangan dan potensi yang ada.
“Bahwa tahun 2006 Kabupaten Pelalawan ini termasuk salah satu kabupaten yang tertinggal secara nasional. Ada lima indikator ketertinggalannya yaitu di bidang kesehatan, pendidikan, rasio elektrifikasi 14,3 persen, kemiskinan, masalah listrik dan infrastruktur. Namun, dengan kebersamaan pemerintah dan masyarakat. Kabupaten Pelalawan adalah Tuah Negeri Seiya Sekata yang artinya adalah duduk bersama,” kata Bupati Harris.
Menurutnya, dengan istilah ini, tidak ada sebuah permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Dengan duduk bersama, sebutnya, “semua elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah sehingga dapat terjalin dengan baik, pembangunan dapat berjalan,” tutur HM Harris.
Mantan Ketua DPRD Pelalawan ini menambahkan, berkat kerja sama seluruh elemen baik itu maka masyarakat, perusahaan dan pemerintahan daerah semua ketertinggalan di beberapa bidang bisa terkejar dan elektrifikasi sudah mencapai 84 persen.
“Keberhasilan kita dalam mengejar ketertinggalan,” kata HM Harris.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa kabupaten Pelalawan ini merupakan kabupaten yang kaya, adanya Gas, minyak, dan Kelapa Sawit.
Kelapa sawit akan menjadi industri yang sangat strategis bagi Indonesia.
“Mengapa demikian, karena produksi kita sekarang adalah 40 juta/ton pertahun. Peluang sangat besar untuk ekspor dan hilirisasi untuk nilai tambah. Untuk dapat bersaing global. Selain itu, Presiden memerintahkan bagaimana 40 persen sawit yang itu nantinya adalah kepemilikan petani-petani kecil, produksi perhektarnya meningkat menjadi 5,6 atau 7 ton/hektar,” kata Menko Luhut.
Dijelaskannya, apabila dijadikan dengan bibit yang bagus itu produksi akan meningkatkan 70 sampai 80 bahkan bisa jadi 100 juta ton pertahun. Dengan luas 14 juta hektar seluruh Indonesia, ini satu hal yang penting.
Dan, sekarang harga sawit sudah mulai bangkit lagi. Kemarin, terangnya, Presiden telah memutuskan mengambil kebijakan dan harganya sudah mulai naik. Kemudian 33 triliun dana yang sudah tersedia, dana sawit itu akan diberi subsidinya ke bawah termasuk untuk infrastruktur dan hilirisasi kelapa sawit.
Selain itu, Menko Luhut juga mengajak seluruh masyarakat Pelalawan jangan suka menyebarkan berita Hoax, karena semua itu hanya merusak diri sendiri.
”Mari kita semua bekerja dengan giat demi masa depan yang lebih baik dan jangan suka menyebarkan isu, serta berita hoax yang akan memecah belah bangsa in,” tegasnya. (au)


