Umri Go Internasional, Kirim Dosen dan Mahasiswa ke Beberapa Negara

Fooyin University Thailand

Pekanbaru (Nadariau.com) – Tahun 2019, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) sudah Go Internasional. Umri telah mulai menjalankan program kerjasama dengan mengirimkan dosen dan mahasiswa ke beberapa negara.

Pada pekan pertama Bulan Januari 2019, Umri telah mengirimkan satu orang Dosen atas nama Dewi Martina dari Prodi Humas dan Komunikasi ke Fooyin University Thailand, untuk short course (Kursus pendek).

Dewi Martina merupakan satu satu satunya perwakilan Indonesia yang yang lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan pengenalan Agama Budha. Pendidikan ini dilaksanakan selama 3 bulan (Januari-April).

Tujuan pengenalan Agama Budha yaitu agar para peserta di negara muslim bisa mengkampanyekan tentang kehidupan dan ajaran Agama Budha itu di negara masing-masing. Dimana Agama Budha tersebut tidak keras seperti yang tersebar di Media Sosial.

“Sasaran pihak Thailand yaitu, peserta short course ini bisa mengantisipasi terjadinya konflik antar agama di negara masing-masing. Oleh sebab itu, Thailand mengkampanyekan kepada perwakilan negara muslim di dunia,” kata Kepala Hubungan Internasional Umri,
Nadia Fathurrahmi Lawita BCom MAccBIT, didampingi Rektor Umri Dr Mubarak MSi dan Kepala UPT Promosi Noni Febrianti, Jumat (11/01/2019).

Kemudian pada Bulan Maret, Umri akan mengirim 3 mahasiswa dan 1 dosen Prodi Keperawatan ke Taiwan.

Tujuannya untuk melakukan pendidikan dan riset. Sementara kemampuan bidang Medis di Asia, Taiwan sangat terkenal dari negara negara lain.

Selanjutnya, Jika tidak ada halangan tahun 2019 ini, Umri juga akan mengirimkan mahasiswa dan dosen ke salah satu universitas di Amerika.

Sekarang pihak Umri sedang melakukan pembahasan dengan pihak universitas dan kedutaan Indonesia di Amerika.

“Kita sangat bersyukur bisa melakukan MoU dengan universitas terkemuka di beberapa negara maju. Sehingga kita bisa mengirimkan mahasiswa dan dosen untuk melakukan pendidikan dan riset di sana,” kata Nadia.

Sementara Rektor Umri Dr Mubarak MSi mengatakan, tahun 2019 ada 30 orang dosen yang akan melakukan pendidikan doktor di luar negeri.

Penempatan pendidikan dosen ini tergantung jurusan masing masing. Karena Umri sudah melakukan kerjasama dengan universitas terbaik di negara negara luar dan sekarang tinggal pelaksanaannya saja.

Ketika ditanya terkait mahasiswa luar datang ke Umri, Mubarak menjelaskan, kerjasama antara Umri dan universitas luar negeri yaitu termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa.

Jadi, tahun ini dosen dan mahasiswa dari luar negeri juga akan melakukan pendidikan dan riset di Umri. Sehingga dosen dan mahasiswa di Umri bisa berbagi ilmu dengan mereka nanti.

“Kita terus melakukan terobosan terobosan terbaru dan bermutu. Karena Umri adalah milik umat, makanya kita sangat ihklas dalam bekerja, supaya Umri sebagai sarana pendidikan bisa menghasilkan lulusan bermutu setiap tahunnya,” kata Mubarak. (ind)