Korban Longsor Sukabumi 31 Orang Ditemukan Meninggal dan 2 Masih Dicari

Jawa Barat (Nadariau.com) – Sepekan pasca longsor yang terjadi di Kampung Cimapag, Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, tercatat 31 orang meninggal dunia.

Sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Ahad (06/01/2018) pagi, tercatat 100 orang terdampak longsor.

Tim SAR gabungan telah menemukan 64 orang selamat, 31 orang meninggal dunia, 2 orang hilang dan masih dalam pencarian, dan 3 orang luka.

“Dari 3 orang luka tersebut 1 orang luka berat masih dirawat di RS Pelabuhan Ratu dan 2 orang sudah diperbolehkan pulang,” kata Sutopo dalam keterangannya.

31 korban meninggal dunia semuanya sudah berhasil teridentifikasi oleh petugas medis.

Sutopo menambahkan, hingga kini tim SAR gabungan masih bekerja mencari korban hilang.

“Kondisi cuaca yang cerah sangat mendukung operasional di lapangan,” katanya.

Sutopo menambahkan, dalam 10 tahun terakhir terjadi 132 kali longsor di Sukabumi.

“Kondisi topografi perbukitan dengan batuan penyusun yang porus, gembur dan lepas menyebabkan mudah longsor. Banyaknya penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor menyebabkan tingkat risiko longsor tinggi,” katanya.

“Selama 10 tahun terakhir telah terjadi 132 kali longsor di Sukabumi dengan beberapa kejadian diantaranya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan,” tambah Sutopo.

Salah satunya, seperti yang terjadi di Kecamatan Cireunghas 28 Maret 2015 silam. Kala itu, 12 orang meninggal dunia, 293 orang terdampak, dan 11 rumah rusak.

Mitigasi longsor masih memerlukan banyak perhatian, baik mitigasi struktural seperti penguatan tebing, pemasangan sistem peringatan dini longsor, penghijauan dan lainnya, juga mitigasi non struktural.

Seperti pemetaan, sosialisasi, tata ruang, pendidikan kebencanaan, gladi dan lainnya. Puncak musim penghujan sebagian besar wilayah Indonesia adalah Januari hingga Februari.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya,” ujarnya. (nrc)