Masyarakat Adat Suku Caniago Kecamatan Kunto

Rohul (Nadariau.com) – Aksi ratusan masyarakat adat Suku Caniago di Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rohul melakukan aksi demo di PT Sumber Jaya Indahnusa Xoy (SjI Coy).

Perusahaan ini bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengelohan buah tandan segar (TBS). Masyarakat Adat Suku Caniago menuntut PT SJI Coy untuk mengembalikan lahan seluas 625 hektar yang m dikuasai tanpa memberikan kontribusi kepada masyarakat Adat Suku Caniago.

Datuk Pedano Monti Umar B Suku Caniago mengatakan, permasalahan lahan yang dikuasai oleh PT SJI Coy sudah berlangsung sejak tahun 1991 silam. Namun sampai saat ini belum memberikan kontribusi kepada masyarakat Adat Caniago. Baik dalam kerja sama pola KKPA perkebunan kelapa sawit maupun mempekerjakan masyarakat tempatan di perusahaan.

“Kami meminta PT SJI Coy mengembalikan lahan masyarakat seluas 625 haktar. Terkait tuntutan ini, masyarakat adat memberikan batas waktu hingga 20 Desember. Jika tuntutan tidak direalisasikan, maka kami akan menutup akvitas di perkebunan kelapa sawit dan termasuk pabrik PT SJI Coy,” kata Umar.

Kemudian ia meminta manejemen perusahaan yang hadir pada mediasi 20 Desember mendatang yaitu langsung pimpinan perusahaan atau yang bisa mengambil kebijakan.

“Sebab selama ini tidak ada manejemen yang ada di perusahaan tidak bisa membuat kebijakan atau keputusan terkait dengan tuntutan masyarakat” terang Umar.

Sementara tokoh masyarakat dari Adat Suku Caniago, Dalmi menjelaskan, dalam aksi tersebut sedikitnya ada lima tuntutan yang disampaikan.

Diantaranya mendesak PT SJI Coy mengembalikan tanah masyarakat Adat Suku Caniago dan mengukur ulang kembali luas lahan HGU PT SJI Coy dengan ketetapan pemerintah.

Mendesak perusahaan untuk menghentikan seluruh aktivitas pabrik dan kebun yang berdiri diatas tanah masyarakat Caniago.

Selanjutanya mendesak perusahaan untuk duduk bersama guna penyelesaian sangketa tanah adat yang dihadiri langsung pihak perusahaan yang bisa mengambil keputusan.

Masyarakat Adat Suku Caniago Kota Lama akan tetap melakukan klaim terhadap tanah adat sebelum adanya penyelesaian sangketa tanah.

Masyarakat adat menyambut baik kedatangan investor dan perusahaan ke Kabupaten Rohul, sepanjang itu bermanfaat bagi masyarakat.

“Tetapi jika hanya merugikan masyarakat dan menguasai lahan rakyat, tentu masyarakat tidak akan terima. Jika tuntutan tidak direalisasikan, maka kami akan stop setiap kegiatan didalam perusahaan,” tegas Dalmi. (tra)