Mutiara Surat Suara: oleh Damsir Uwai

Nadariau.com – Banyak orang bilang tahun 2018-3019 adalah tahun politik, Jalan panjang Pemilu dan Pileg 2018 sedang berlalu. Proses demi proses tahap demi tahap telah di lalui oleh para calon peserta Pemilu.

Hal ini cukup melelahkan dimulai dari proses sosialisasi tingkat KPU hingga akan sampai pada tingkat yang di tunggu tunggu yaitu pada hari pencoblosan.

Langkah demi langkah para kandidat calon berupaya semaksimal mungkin agar fotonya di pajang dalam selembar surat suara, dimulai dari wacana maju menjadi Bacalon, Balon hingga menjadi calon peserta Pemilu 2018-2019.

Berbagai Upaya mendekatkan diri hingga mendaftarkan diri dalam satu partai politik sampai ditetapkan oleh partai sebagai peserta yang di usung, bukanlah perkara yang mudah yang membuat kandidat bacalon jatuh bangun.

Manuver demi manuver lobi demi lobi telah di lalui membutuhkan tenaga pikiran hingga materi yang telah di korbankan demi mendapatkan dukungan dari berbagai partai politik.

Tak hanya sampai di situ dalam PKPU tentang tahapan pendaftaran pencalonan wajib di lalui. Berkas demi berkas di isi dan dilengkapi oleh peserta Pemilu untuk di verifikasi pada tingkat KPU pusat, provinsi dan daerah.

Tampak raut wajah dan hati para peserta yang penuh harap dan cemas hingga di tetapkan oleh KPU pusat, provinsi dan daerah memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu mendatang.

Namun rasa harap cemas tidak terhenti di situ saja. Tahapan selanjutnya menunggu yaitu sesuai dengan PKPU yang dilalui adalah pencabutan nomor urut peserta Pemilu yang dilakukan secara terbuka.

Hingga ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR, DPD dan DPRD.

Setelah pencabutan nomor urut bagi presiden dan wakil presiden penetapan Bacaleg oleh KPU mensahkan nomor urut peserta berbagai Suasana riuh rendah suara pendukung Paslon disetiap daerah yang menyelenggarakan Pemilu mulai terdengar bingar.

Dan berbagai rangkaian dari instansi penyelenggara mulai dipersiapkan wajah dan foto peserta mulai tampak di sosialisasikan melalui media cetak dan elekronik ke berbagai daerah dan lapisan masyarakat.

Tahapan selanjutnya dalam PKPU tentang kampanye dimulai dari kampanye hingga kampanye akbar mendatang untuk mendapatkan lumbung dan pundi pundi suara.

Banyak aturan yang dirasa sangat membatasi ruang gerak Paslon dalam mensosialisasikan diri mereka ditengah-tengah warga masyarakat. Sehingga masing-masing Paslon bejuang satu dengan yang lain demi mendapatkan simpatisan warga masyarat.

KPU pusat, provinsi dan kabupaten dalam hal ini juga telah melakukan upaya-upaya untuk mengurangi tingginya angka Golput tersebut di daerah-daerah.

Karena hal ini menjadi tugas penting KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Seperti meningkatkan sosialisasi, mempertinggi intensitas pertemuan instansi dengan calon pemilih dengan pola-pola baru.

Seperti Komisioner KPU melakukan turun kelapangan untuk sosialisasi diberbagai universitas seperti UIR, UIN, UNRI dan universitas swasta lainnya di Riau.

Hal ini sangat penting untuk meningkatkatkan partisipasi pemilih terutama bagi mereka para pemilih pemula. Agar bisa memahami betapa berharganya nilai surat suara.

Satu surat suara menentukan masa depan sebuah negara dan daerah hingga 5 tahun ke depan. Kertas itu sepertinya sepele dengan memuat foto wajah beberapa calon yang maju untuk jadi pemimpin.

Namun siapa sangka untuk bisa wajahnya dipajang disurat itu bukan perkara mudah. Banyak tahapan dilalui, maka tak ayal secarik kertas suara bernilai seperti mutiara karena harga dan cara mendapatkannya oleh peserta pemilu yang begitu sulit yang penuh dengan lika liku.

Kertas itu memiliki nilai daya tarik tersendiri bagi peserta Pemilu dan masyarakat, karena tak hayal hanya dengan sehelai kertas mampu merobah dan menyulap bahkan menentukan masa depan daerah terutama bagi bangsa dan negara.

Bagaikan mengambil mutiara didalam perut kerang didasar lautan yang banyak rintangan dan halangan ombak, badai onak dan duri yang di tempuh Paslon hingga masyarakat dalam menentukan pilihan dan menyalurkan hak suara mereka dalam bilik suara Rabu 17 April 2019.

Mutiara di tengah Masyarakat yang cerdas adalah mutiara masyarakat yang bisa memanfaatkan secarik kertas surat suara dan menggunakan hak pilih mereka untuk menentukan kemajuan daerah mendatang.

Penulis: Damsir Uwai