Siswa Sekolah MI Darussalam Rohul Terpaksa Dipulangkan Akibat Air Batang Lubuh Kembali Meluap

Rohul (Nadariau.com) – Sungai Batang Lubuh Pasir Pengarayan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali meluap akibat hujan deras yang terjadi di hulu sungai.

Luapan Sungai Batang Lubuh Rabu (07/11/2018) siang mulai merendam pemukiman warga Desa Babu Salam Simpang Supra Kecamatan Rambah.

Tidak saja merendam rumah warga, banjir juga merendam Sekolah Madrasah Ibtiyah (MI) Darussalam Babu Salam dan pihak sekolah langsung memulangkan siswanya.

Kepala sekolah MI Darussalam, Basir mengaku telah memulangkan siswanya akibat banjir mulai merendam halaman sekolahnya.

Pada pagi hari masih melakukan proses belajar dan mengajar. Namun sekitar pukul 10.30 Wib air mulai masuk ke halaman sekolah sehingga siswa langsung dipulangkan.

“Kondisi air dihalaman sekolah saat ini sudah mencapai 30 cm, kerena kita khawatir air makin besar makanya siswa kita pulangkan. Apa lagi air makin kencang naiknya akibat meluapnya Sungai Batang Lubuh,” Kata Basir.

Sampai sekarang pihak sekolah belum bisa memastikan siswa besok bisa masuk sekolah atau tidak. Kalau air masih tetap tergenang di halaman sekolah besar kemungkinan siswa akan kita liburkan.

“Untung sajal sekolah kami tinggi dan berbentuk panggung. Jika sekolah sama rata dengan tanah dan rumah warga tentu ruangan kelas sudah terendam banjir,” tutur Basir

Sementara salah seorang warga korban banjir Wati mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 11:00 Wib. Untuk menghindari barang – barang dalam rumah terendam air, maka warga sudah menaikkan ke atas meja dan loteng.

Karena biasanya banjir di daerah ini kedalamannya mencapai 1 meter. Untuk saat ini warga memilih bertahan dalam rumah, karena banjir yang terjadi sudah menjadi hal yang biasa dan tidak membahayakan.

Banjir pada minggu lalu kata Wati, kedalaman air didalam rumah mencapai 1 meter. Namun ketinggian air saat ini masih sekitar 30 cm.

“Kami sangat menyayangkan sikap dari pemerintah Rohul. Pasalnya pada banjir pekan lalu, kami selaku korban banjir tidak dapat bantuan. Biasanya banjir sedikit saja sudah ada bantuan, seperti Sembako,” keluh wati. (tra)