Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger menyebutkan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau semakin mengkhawatirkan. Daerah Karhutla terluas terdapat di Meranti.
Terhitung Januari hingga Juli 2018, luas lahan yang terbakar mencapai 2.445,16 hektare. Sementara lahan yang paling luas terbakar di Kepulauan Meranti yaitu sebanyak 938,31 ha,
“Kami sudah melakukan pemadaman bersama tim gabungan TNI Polri dan masyarakat. Jadi alhasil titik api sudah banyak dipadamkan,” kata Edwar kepada wartawan, Senin (23/07/2018).
Sementara di Rokan Hulu lahan yang terbakar mencapai 3 hektare, di Rokan Hilir terbakar 265,25 ha, Dumai 389,5 ha, Bengkalis 389,5 ha. Siak 131,5 ha, Pekanbaru, 44,6 ha, Kampar, 22,75 ha, Pelalawan 90,5 ha, Indragiri Hulu, 133,5 ha, Indragiri Hilir, 37 ha.
Sementara itu Satuan Tugas Udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melakukan pemadaman dengan melalui udara menggunakan helikopter.
“Dari BNPB ada 6 heli yaitu heli Bell 430, Bell 214B, Kamov KA-32A, Kamov KA-32A, Sikorsky S61 dan Mi – 171,” kata Edwar.
Sedangkan dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) ada 1 heli yaitu jenis Bell 412. Bantuan Sinarmas 3 Heli yaitu Superpuma S332L1, Superpuma S332C, dan Bell 412 serta TNI-AU 1 heli yaitu Puma.
Tak hanya udara, pemadaman kebakaran lahan juga dilakukan tim Satuan tugas darat. Tim tersebut gabungan dari sejumlah institusi dan masyarakat.
“Di antaranya TNI dan Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api. Setelah api padam, petugas langsung melakukan pendinginan pada lahan agar api tidak muncul lagi dan tidak merembet ke lahan lain,” tegas Edwar.
Di sisi penegakkan hukum, sejak Januari hingga Juli 2018 ini, sudah 6 orang pelaku pembakaran yang diamankan kepolisian. (ari)


