Masa Aksi Desa Koto Aman Dibubarkan ? Begini Ceritanya :

Kampar (Nadariau.com)- Mengaku puas dengan janji-janji palsu dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, akhirnya seribuan orang masa aksi yang berasal dari Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar, Riau, Senin (25/6/2018). Memilih bermalam di halaman Kantor Bupati Kampar untuk menagih janji.

 

Kekecewaan kian mendalam semakin membakar semangat masa aksi untuk memperjuangkan lahan yang kini dikuasai oleh PT. SBAL itu. Sehingga membuat mereka mengabaikan pihak keamanan yang mencoba untuk bernegosiasi untuk membubarkan diri.

Sempat dicoba Kapolres Kampar untuk memberikan pengarahan kepada warga, namun upaya itu sia-sia. Tetap saja mereka tidak mau beranjak dari komplek gedung pemerintahan itu.

Matahari semakin terbenam, terlihat beberapa orang masa aksi memasang tenda untuk dijadikan sebagai tempat berteduh dan beristirahat di sana.

Sementara itu Kapolres Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira tetap mencari jalan keluar untuk meredam aksi itu, dikarenakan sebentar lagi kita akan melangsungkan Pemilihan Gubernur. Maka ia mencoba melakukan konfirmasi dengan bupati. “Nanti saja, kita selesaikan Pilgub ini dulu,” ucap Kapolres lirih kepada Korlap Aksi, Dabson.

Dabson tetap saja bertahan dengan prinsipnya yang keras. Terlebih lagi dengan gagahnya mereka memindahkan tendanya ke tempat yang lebih luas.

Dapson L, mengatakan akan menunggu bupati dulu, setelah itu mereka baru akan pulang. “Sekarang gini aja, kami akan tetap di sini hingga pagi tiba,” tangkasnya.

Hingga tengah malam, AKBP. Andri Ananta Yudhistira memberikan informasi kepada perwakilan masa aksi itu bahwa bupati sudah bisa dihubungi, dan bupati menyerahkan kepada dirinya terkait keamanan. “Bupati bilang itu, dan saat ini kan kita siaga satu demi kelancaran Pilgub, dan seluruh personil dikerahkan untuk PAM,” tambahnya.

Sekarang kalian memang harus bubar, jika tidak, saya sudah tau pelakunya dan kita akan lakukan penindakan, tutupnya.

Kemudian setelah itu, masa tampak membubarkan diri dengan cara berjalan kaki ke arah jalan keluar kantor dan bermalam di Lapangan Pelajar, Bangkinang Kota.

 

DW