Hari Raya Enam Ditunda, Ternyata Ini Penyebabnya:

Kampar (Nadariau.com)- Seperti biasanya di beberapa desa di Kabupaten Kampar, Riau, setiap tanggal 8 Syawal di tahun Hijriyah menggelar acara yang dinamakan hari raya enam, yang diikuti dengan berziarah ke kuburan di area Bangkinang dan sekitarnya.

 

Namun, di bulan Syawal tahun Hijriyah 1439 ini direncanakan mereka menunda tradisi tersebut satu hari. Artinya acara akan dilangsungkan 9 Syawal.

 

Sama hal nya dengan Desa Ganting Damai yang setiap tahun merayakan hari tersebut. di desa ini hari raya enam juga dijadwalkan memiliki kesamaan hari dengan Idul Fitri. Jika 1 Syawal jatuh pada hari Jum’at (17/6/2018). Maka sejatinya Jum’at (22/6) ziarah kubur dilakukan.

 

Kepala Desa Ganting Damai, Ali Abri, S.Pd mengatakan hari tersebut terlalu mepet. “dikarenakan hari Jum’at waktunya singkat, maka kita agendakan Sabtu (23/6). Biasanya kita makan berjambau dulu setelah acara ziarah kubur, dan itu selesainya siang. Kalau kita paksakan juga dengan hari Jum’at nampaknya tidak efektif untuk makan bersama,” kata dia, Rabu (20/6/2018) kepada Nadariau.com.

 

Ia mengungkapkan, makan berjambau tak bisa dielakkan setelah ziarah. Makan bejambau adalah makanan yang dimasak oleh warga yang dihidangkan dan disantap secara bersama-sama. “Iya, memang sudah turun-temurun dari dulu nya. Makan berjambau merupakan momen untuk kita menjalin silaturrahmi,” tambahnya.

 

Selanjutnya, tempat-tempat yang merayakan hari raya enam adalah, Kecamatan Bangkinang meliputi Desa Muara Uwai, Desa Uwai, Desa Binuang, Kelurahan Pulau, Desa Pulau Lawas, Kelurahan Pasir Sialang.

 

Untuk Kecamatan Bangkinang Kota, Kelurahan Langgini.

 

Sementara di Kecamatan Salo, meliputi Desa Ganting Damai, Desa Ganting, dan Desa Sipungguk.

 

DW.