Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaHeadlineUsai Dimediasi Kapolres, Iring-iringan Dihadang. Kaca Mobil Warga Dilempari Batu Hingga pecah

Usai Dimediasi Kapolres, Iring-iringan Dihadang. Kaca Mobil Warga Dilempari Batu Hingga pecah

Kampar, Nadariau.com- Persoalan sengketa lahan antara masyarakat adat Lipat Kain dengan Yayasan Ninik Mamak berujung pengrusakan, Minggu (10/6/2018). Mobil milik masyarakat sembilan suku dihadang dan dilempari batu.

Penghadangan terjadi di Simpang Lokomotif, Lipat Kain, Kampar, Riau. Saat itu masyarakat dan pihak yayasan menghadiri mediasi dan yang ditengahi oleh Kapolres Kampar di lahan konflik. Namun, usai agenda tersebut rombongan beranjak dari lokasi.

“Pelaku melancarkan aksinya dengan mencegat iring-iringan ketiga setelah rombongan Kapolres keluar dari lahan perkebunan. Mobil yang dikendarai salah seorang maayarakat, Nasrun, berada pada urutan belakang, di Simpang Lokomotif terlihat banyak warga yang diduga pendukung pihak Yayasan, yang berjejer seakan melakukan pagar betis,” ungkap Ketua LPPH Kampar, Muhamad Zainudin, S.H, Selasa (12/6/2018) via telepon genggam.

Pasca kejadian mobil Penasehat Hukum yang berada di depan mobil Nasrun, berhenti, karena bertemu dengan seseorang yang bela,kangan diketahui bernama Tomas. Saat terjadi perbincangan antara penasehat hukum dengan Tomas, masyarakat yang diketahui kelompok Mawardinalias Ucok dan kawan-kawan, bergerak mendekati iring-iringan mobil dan melakukan pelemparan terhadap mobil Nasrun yangbada di belakang.

Akibatnya, kaca mobil bagian belakang pecah, sementara penumpang yang ada di dalam mobil mengalami memar. “Beruntung Kapolres yang sudah jauh di depan cepat memperoleh kabar dan kembali ke iring-iringan mobil belakang yang mendapat perlawanan Mawardi cs, sehingga tidak terjadi kontak fisik dan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Meski demikian, Nasrun tidak terima atas aksi pengrusakan yang dialaminya, sehingga membuat laporan polisi sekitar pukul 22.00 di Mapolda Riau. Lappran polisi ini diterima dengan Nomor: STPL/263/IV/2018, oleh Bripka Reflos Bagariang.

“Dengan laporan ini, kami berharap Kapolda Riau dapat mengusut tuntas aksi pengrusakan ini, serta provokator dan aktor intelektualnya. Karena malam.sebelum mediasi kami mendapat informasi ada kelompok yang ingin menggagalkan mediasi. Karena itu kami meminta ini segera dituntaskan, agar suasana di Kenegerian Lipat Kain dapat kembali kondusif,” tutupnya.

DW

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer